KUR Ternak Dihentikan

0
Suryatman Wahyudi (Suara NTB/rus)

KABUPATEN Lombok Timur (Lotim) masuk zona merah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ternak. Kondisi ini berpengaruh pada dihentikannya  Kredit Usaha Rakyat (KUR) ternak. Program Lombok Timur (Lotim) berantas rentenir melalui kredit tanpa bunga (Berkembang) terancam tidak bisa terealisasi.

Hal ini dibenarkan Gubernur KUR Ternak yang juga Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnnkeswan) Lotim, Drh. Suryatman Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa, 21 Juni 2022.

Disampaikan, target KUR Ternak di Lotim dalam program Lotim Berkembang sebanyak 5.000 peternak. Target subsidi dana KUR ternak tahun ini Rp 6 miliar. Selama kurun waktu 2022 ini sudah terealisasi 1.252 peternak, yakni terdiri dari Surat Keputusan (SK) penerima bantuan pertama masing-masing Rp 15 juta per peternak sebanyak 1.138 orang. Selanjutnya penerima SK lanjutan sebanyak 114 masing-masing Rp 20 juta.

Setelah dikurangi dengan jumlah yang terealisasi, masih ada sisa target sebanyak 3.748 yang sampai saat ini belum bisa dicairkan. Dari keseluruhan yang sudah terealisasi tersebut, belum semua digunakan untuk membeli sapi. “Dari 1.252 itu baru 84 ekor yang dibeli,” ucapnya. Kepada pihak perbankan sudah diminta untuk menghentikan sementara pencairan.

Secara ekonomi, sambungnya, kondisi ini sangat berdampak. Sapi sakit jelas butuh biaya pengobatan. Apalagi masyarakat peternak ini banyak yang panik  sehingga melelang ternaknya. Padahal, bicara ternak ini sebenarnya merupakan tabungan dari para peternak.

Sementara dihentikannya sementara pencairan KUR Ternak ini karena aktitivitas ekonomi bidang peternakan ini tersendat. Pasar ternak masih tutup. Kebijakan penutupan diketahui sudah tiga kali perpanjangan. Terakhir dari tanggal 22 Juni hari ini sampai 11 Juli 2022 mendatang. “Jadi orang kan tidak mungkin membeli ternak sekarang,” sebutnya.

Ditambahkan, bagi peternak yang sudah cair dana KUR-nya tinggal menunggu masa pengembalian. Semua yang sudah membeli dan memelihara ternaknya ini tetap di dalam pantauan dokter hewan setempat. Surat keterangan kesehatan hewan berasal dari dokter hewan berwenang.

Diketahui semua ternak yang mendapatkan KUR tanpa bunga ini juga diasuransikan. Akan tetapi, asuransi ternak ini tidak diberlakukan saat wabah. Ternak yang mati atau potong paksa karena wabah tidak bisa klaim asuransi. (rus)