Bantuan RTG bagi Korban Gempa di Gunungsari Diduga Ditilep

0
Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Gunungsari Batulayar (FKMGB) audiensi ke Kantor BPBD Lobar, Selasa, 21 Juni 2022.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat mengatasnamakan diri Forum Komunikasi Masyarakat Gunungsari Batulayar (FKMGB) melakukan audiensi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) untuk mempertanyakan dua Pokmas bermasalah di Kecamatan Gunungsari dan Batulayar yang belum terselesaikan. Mereka diterima Kepala Pelaksana  BPBD Lobar, Mahnan S.STP, MH, ditemani Kabag Ops Polres Lobar, Dhafid Shiddiq.

Rony, selaku Ketua FKMGB menuturkan bahwa dua Pokmas bermasalah ini yaitu Pokmas Ikhlas Desa Sandik dan Pokmas Harapan Desa Tamansari. Pokmas Ikhlas yang mendapatkan bantuan RTG kategori rusak ringan dengan nominal bantuan Rp10 juta dan Pokmas Harapan Kategori rusak berat dengan bantuan Rp50 juta/rumah. “Kehadiran kami ke sini untuk memperjelas dan mencari solusi terhadap persoalan Pokmas yang sudah pencairan, tetapi ada anggota belum menerima bantuan sama sekali. Hal ini sangat aneh, hak mereka yang terdampak gempa, kami duga tidak disalurkan oleh oknum fasilitator,” ujarnya. Selasa, 21 Juni 2022.

Dari total jumlah anggota Pokmas Ikhlas sejumlah 10 orang dengan bantuan Rp10 juta/rumah, hanya 3 orang yang mendapatkan bantuan. Dua orang diberikan pasir masing-masing 1 truk dan 1 orang lagi diberikan dalam bentuk tunai Rp5 juta. Sisanya, 7 anggota lain belum menerima bantuan sepeserpun tapi pencairan sudah dilakukan. Sedangkan dari Pokmas Harapan, anggota pokmas 7 orang dengan kategori rusak berat masing-masing Rp50 juta. Hal yang sama terjadi, mereka sama sekali belum mendapatkan bantuan tersebut.

Senada dengan itu, Baetal Makmun, Kepala Dusun di wilayah Desa Gunungsari yang juga merupakan Bendahara di FKMGB menuturkan bahwa masyarakat penerima RTG harus mendapatkan haknya sebagai korban gempa ditahun 2018. “Kami hadir membawa langsung anggota Pokmas, biar Pak Kalak dan yang lain langsung mendengar dari mereka keluh kesah yang bersangkutan. Mereka datang jauh dari Gunungsari menuntut hak mereka dan harus ada solusi serti komitmen agar masyarakat mendapatkan haknya,”  cetusnya.

Kalau di hitung  jumlah bantuan yang belum diterima masyarakat ini kurang lebih Rp450 juta. Total dari Pokmas Ikhlas dengan anggota 10 orang masing-masing Rp10 juta, senilai Rp95 juta dan Pokmas Harapan dengan anggota 7 Orang senilai Rp350 juta.

Kepala BPBD Lobar, Mahnan mengatakan  komitmen dari oknum fasilitator terkait untuk bertanggung jawab dikuatkan oleh surat pernyataan yang disaksikan bersama Kabag Ops Polres Lobar, Dhafid Shiddiq. “Kita buat saja surat pernyataan sebagai komitmen dari fasilitator untuk menyelesaikan hak masyarakat dan bentuk tanggung jawabnya. Hal ini disepakati bersama dengan anggota Pokmas dan teman-teman FKMGB,”  tutupnya.

Fasilitator Pokmas Ikhlas dan Pokmas Harapan merupakan orang yang sama. Fasilitator yang bertanggung jawab di Kecamatan Batulayar sebelum keluar (berhenti). Fasilitator terkait, siap akan menyelesaikan segala bentuk tanggung jawab tugasnya. Untuk Pokmas Ikhlas akan diselesaikan selambat-lambatnya 31 Juli 2022 dan Pokmas Harapan 30 Agustus 2022. (her)