Tekan Penyebaran PMK, Dinas Pertanian Loteng Gelar Pengobatan Massal

0
Petugas Satgas PMK Loteng melakukan pengobatan terhadap ternak terjangkit PMK di Desa Sepakek, Pringgarata, Senin, 20 Juni 2022. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Dinas Pertanian Lombok Tengah (Loteng) mulai turun melakukan pengobatan massal dengan sasaran ternak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Diawali di Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata, Senin, 20 Juni 2022. Langkah tersebut sebagai salah satu upaya mencegah dan menekan penyebaran PMK di daerah ini.

Kegiatan pengobatan massal itu direncanakan digelar hingga sepekan ke depan. Dengan berfokus pada daerah-daerah dengan tingkat penyebaran PMK terbanyak dan terberat sebagai sasaran program. Harapannya bisa mempercepat tingkat kesembuhan penyakit PMK, sehingga terlebih dahulu menyasar wilayah-wilayah dengan populasi ternak sapi maupun kerbau yang tinggi.

Untuk hari pertama kegiatan pengobatan massal PMK tersebut, total ada 520 ekor ternak sapi terjangkit PMK yang mendapat pengobatan. “Kita terus evaluasi wilayah dengan serangan terbanyak dan terberat (sebagai sasaran),” sebut Kepala Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN., kepada Suara NTB, Senin sore.

Untuk mendukung kegiatan pengobatan massal tersebut, pihaknya menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) PMK Loteng. Obat-obatan untuk ternak juga gratis, karena sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. “Ada dua sumber anggaran untuk penyediaan obat-obatan ini,” jelasnya.

Pertama obat darurat disiapkan dari anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) tahun 2022 dengan jumlah obat yang disiapkan sebanyak 2.800 dosis. Sedangkan obat yang disiapkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) masih sedang proses pemeriksaan barang, sehingga belum bisa dipastikan berada dosis yang siap.

“Jadi untuk saat ini kita gunakan obat darurat sebanyak 2.800 dosis dulu. Nanti untuk dosis kedua dan ketiga akan diupayakan dari DAK. Karena memang untuk bisa sembuh total, satu ekor ternak butuh paling tidak tiga kali pengobatan,’’ terangnya.

Pihaknya lanjur Arman – sapaan akrab Kepala Dinas Pertanian Loteng ini, bisa saja menggunakan 2.800 dosis tersebut untuk tiga kali pengobatan. Konsekuensinya jumlah ternak yang bisa diobat akan semakin kecil, sehingga pilihannya, semua dosis obat yang ada digunakan untuk pertama saja dulu. Nanti dosis kedua dan ketiga menyusul kemudian, begitu obat tambahan sudah tersedia.

Untuk tingkat sebaran PMK sendiri, hingga Senin tercatat sudah sebanyak 12.313 kasus. Terbanyak ternak sapi, 12.063 ekor, kerbau 177 ekor serta kambing 73 ekor. Dari jumlah serangan tersebut yang dinyatakan sembuh sebanyak 6.201. Rinciannya, sapi 6.044 ekor, kerbau 115 ekor serta  kambing 42 ekor. Dengan begitu jumlah ternak yang masih sakit sebanyak 6.112 ekor. Tersebar di 108 desa di Loteng. (kir)