Maksimalkan Perputaran Uang di MXGP

0
M. Firmansyah (Suara NTB/dok)

SEBUAH event besar, baik skala nasional maupun internasional akan mendorong perputaran uang di dalam daerah. Hal itu tentulah akan menstimulus pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun untuk memaksimalkan perputaran uang di Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, transaksi ekonomi mesti ditingkatkan.

Pengamat Ekonomi Universitas Mataram (Unram) Dr. M. Firmansyah mengatakan, perputaran uang atau velocity of money adalah kecepatan uang berpindah dari satu orang ke orang lain. Velocity of money ini sangat tergantung dari jumlah transaksi yang terjadi.

Berbeda halnya dengan istilah uang masuk atau capital inflow. Jika setelah uang itu masuk, namun volume transaksi di daerah kurang. Tentu saja belum bisa dikatakan  perputaran uangnya kencang.

“Misalnya orang luar daerah membeli tiket. Transaksi tiket di dalam daerah, namun rekening tiketnya di bank luar. Maka itu baru sekedar capital inflow saja,” kata M. Firmansyah kepada Suara NTB, Minggu, 19 Juni 2022.

Bagaimana agar event MXGP menyebabkan perputaran uang kencang di dalam daerah? Menurut Firmansyah setidaknya tempat pembayaran tiket di bank lokal agar diprioritaskan. Selanjutnya Pemda dan penyelenggara kegiatan agar menyiapkan produk lokal yang besar peluangnya terbeli oleh penonton MXGP.

“Penting untuk disiapkan cara atau rekayasa agar penonton belanja lebih banyak lagi di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan perputaran uang di MXGP Samota, maka transaksi harus ditingkatkan, baik oleh penonton dari luar daerah, masyarakat lokal, kalangan ASN atau siapa saja. “Selama dia membeli tiket, belanja di daerah atau di tempat event itu, maka hal itu akan mentrigger ekonomi lokal.” ujarnya.

Ia memberi saran kepada Pemda dan penyelenggara agar menjadikan event MXGP Samota sebagai momentum untuk mempromosikan potensi daerah. Sebab potensi yang dimiliki NTB sangat banyak, mulai dari sektor pariwisata, agrikultur, bahari, energi dan lain sebagainya

“Ketika pengunjung turun dari pesawat, perlu disebar iklan-iklan besar tentang NTB. Jadikan para youtuber tidak ketinggalan mereview lokasi-lokasi terbaik NTB,” katanya.

Firmansyah tak menginginkan bahwa event olahraga berskala internasional tidak memberikan efek yang besar bagi daerah. Sehingga semua syarat untuk meningkatkan perputaran uang harus dipenuhi dengan baik.

 “Ada yang tanya, kok ada event besar tapi kurang berdampak pada  masyarakat daerah. Itu terjadi bila daerah hanya sebagai tempat diselenggarakan saja. Uang yang masuk sesaat. Balik lagi tempat asal. Berarti perputaran uang minim. Kita sebut, itu perspektif lain dari shadow economy,”

Sebelumnya, Komandan Lapangan MXGP Samota Ir H. Ridwan Syah mengatakan, gelaran MXGP Samota yang berlangsung tanggal 24-26 Juni 2022 diprediksi akan bisa mengungkit ekonomi masyarakat NTB, terutama di Kabupaten Sumbawa. Target perputaran uang selama event ini akan dihitung melalui survei yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mulai pekan ini.

Ia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan BPS dan meminta kepada lembaga ini membentuk tim survei untuk memastikan berapa perputaran uang yang ada di MXGP Samota ini, sehingga tolok ukurnya menjadi jelas.

Pihaknya yakin perputaran uang selama event Motocross ini tidak jauh beda dengan MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Mandalika bulan Maret lalu. Saat itu MotoGP menurut perhitungan BPS NTB mampu membuat perputaran uang mencapai Rp 606 miliar.(ris)

Tiitle Ads