Loteng Jadi Tuan Rumah Kejurda Paralayang

0
Kejurda Paralayang digelar di kawasan wisata Pantai Lancing, Lombok Tengah (Loteng) bulan Juli mendatang. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralayang NTB 2022 dengan kawasan wisata Pantai Lancing Desa Mekarsari Kecamatan Praya Barat jadi lokasi. Kejurda akan digelar pada 21-24 Juli mendatang, event tersebut sekaligus ajang pemanasan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, November mendatang.

“Kejurda Paralayang kali ini digelar juga untuk memperingati Hari Anti Narkotika (HANI) tanggal 26 Juni 2022. Dengan menggandeng Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) dan stakeholder lainnya,” ungkap Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gagas Nugraha, dalam keterangannya, Sabtu, 18 Juni 2022.

Ia mengatakan, Kejurda Paralayang tersebut nantinya bakal diikuti atlet paralayang dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Mengingat, atlet paralayang di NTB saat ini cukup banyak. Hampir di semua kabupaten/kota memiliki atlet paralayang dan sudah menyatakan kesiapannya untuk ikuti berpartisipasi di Kejurda nantinya.

“Kejuaraan Paralayang ini untuk memperingati Hari Narkotika Nasional dan juga sebagai ajang menyemangati para atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di NTB. Jadi nanti masing-masing kabupaten/kota bakal mengirimkan sejumlah atletnya untuk mengikuti Kejurda,” ujarnya.

Gagas menjelaskan, pada kejurda kali ini ada sekitar 10 mata lomba dan kategori yang dimainkan. Mulai dari kategori U-22 perorangan putera dan putri, umum perorangan putera, umum beregu putera, U-22 Beregu 4 orang kabupaten/kota putera dan putri. Selanjutnya kategori open overall (gabungan putera dan puteri), special class air force atau kelas pelajar (gabungan putera dan puteri).

Ada juga festival tandem atau solo serta lomba fotografi dengan tiga spot. Yakni spot alam atau batu cadas (natural), paralayang (sport) dan kehidupan masyarakat sekitar (sosial). “Data sementara sudah ada 65 atlet paralayang yang menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian pada kejurda kali ini,” imbuh jenderal polisi bintang satu ini.

Dengan tuan rumah Loteng sementara jadi pengirim peserta terbanyak sekitar 20 orang. Kemudian Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Besar (KSB) serta Kabupaten Lombok Utara (KLU) masing-masing 10 peserta. Adapun Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sama-sama 5 atlet.

Meski berlabel kejurda tidak tidak menutup kemungkinan ada peserta dari luar NTB ikut serta dan pihaknya tetap terbuka untuk itu. “Atlet luar NTB bisa mendaftar jika ingin ikut serta,” tandasnya seraya menambahkan, tanggal 21-22 Juli akan digelar free practice day. Kemudian puncaknya tanggal 23 Juli dan pada 24 Juli, ditutup dengan Festival Paralayang. (kir)