Kloter Pertama Jemaah Calon Haji Mataram Mulai Diberangkatkan

0
Sejumlah 394 JCH asal Kota Mataram saat mengikuti prosesi pelepasan di halaman Kantor Walikota Mataram, Minggu, 19 Juni 2022. JCH akan diberangkatkan hari ini. (Insert) Salah seorang keluarga JCH menangis dipelukan saat melepas keberangkatan menunaikan ibadah haji ke Tana Suci Mekkah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 389 jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram mulai diberangkatkan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, Senin, 20 Juni 2022 hari ini. Para jemaah diharapkan menjaga kesehatan dan kekompakan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Muhammad Amin menyampaikan, sejumlah 401 kuota jemaah calon haji yang diberikan untuk Kota Mataram. Namun, yang bisa diberangkatkan hanya 394 orang. Sedangkan, 16 orang gagal berangkat dikarenakan 3 orang meninggal dunia dan 13 orang jemaah menunda pemberangkatkan tahun 2023, karena pertimbangan ingin berangkat bersama suami dan anak-anaknya. “Kita hanya mendapatkan 9 pengganti dari Kemenag. Dari 394 JCH yang berangkat menunaikan ibadah haji terdiri dari 189 pria dan 205 wanita,” sebut Amin

Proses pemberangkatan ibadah haji Kota Mataram terbagi menjadi dua kelompok terbang (kloter). Sejumlah 389 jemaah masuk kloter pertama embarkasi Lombok dan dijadwalkan berangkat pada Senin, 20 Juni 2022 hari ini. Sedangkan, lima orang JCH akan bergabung dengan kloter campuran dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur dan akan diberangkatkan pada 25 Juni 2022.

Amin mengatakan, JCH yang diberangkatkan paling muda berusia 19 tahun dan paling tua berusia 64 tahun. Selain JCH, juga turut serta dalam pemberangkatan yakni tim pemandu atau ketua kloter, tim pembimbing ibadah haji, dokter, dan dua orang PHD yang ditunjuk oleh Pemkot Mataram.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana bersyukur 394 jemaah calon haji bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia memahami suasana kebathinan para jemaah penuh dengan kesukacitaan, karena dua tahun saat pandemi Covid-19 tidak bisa dilaksanakan. “Karena itu, saya¬† meminta para jemaah mengawali dengan ketulusan dan keikhlasan,” ucapnya.

Walikota berpesan JCH menjaga kerukunan, kekompakan, dan saling membantu. Di Tanah Suci Mekkah, para jemaah akan bertemu jutaan orang dari seluruh dunia dengan berbagai karakter, sikap, dan budaya berbeda-beda. Selain itu, kesehatan juga harus dijaga karena kondisi cuaca di Arab Saudi sangat panas. “Tolong dijaga adab ketimuran kita. Jangan sendiri-sendiri, tetapi saling menjaga dan membantu satu sama yang lain,” pesannya. (cem)