Jalin Kerjasama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ummat Berkomitmen Kembangkan Bahasa Indonesia dan Daerah

0
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. H. E. Aminudin Aziz (paling kiri) bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, H. Arsyad Abd. Gani (kedua dari kiri) dan disaksikan Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas (paling kanan) menunjukkan perjanjian kerja sama kedua belah pihak, pada Jumat, 17 Juni 2022.(Suara NTB/ron)

Giri Menang (Suara NTB) –  Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menjalin kerjasama dengan Badan Pengambangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama yang dilaksanakan saat pembukaan Diskusi Kelompok Terpumpun Koordinasi dalam Rangka Implementasi Model Pelindungan Bahasa Daerah: Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi NTB, di Hotel Aruna Senggigi, Jumat, 17 Juni 2022.

Penandatangan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. H. E. Aminudin Aziz, MA., Ph.D., bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd.

Rektor Ummat, H. Arsyad Abd. Gani mengatakan, suatu kebahagiaan bagi pihaknya karena Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek memilih tiga bahasa daerah di NTB yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo menjadi bahasa daerah yang dibina dalam program revitalisasi bahasa daerah. “Tinggal kita di NTB bagaimana mengimplementasikannya di daerah. Pemerintah sudah beri ruang untuk mengembangkan bahasa daerah,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama ini antara lain pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi, penyelenggaraan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah, penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), peningkatan kualitas sumber daya manusia/penyediaan tenaga ahli pada kegiatan seminar, lokakarya, atau Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT), pelaksanaan publikasi ilmiah, dan bidang-bidang lain yang disepakati para pihak.

Rektor mengatakan, Ummat sudah berkomitmen untuk terus mengembangkan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah. Pihaknya juga sudah menggelar kuliah umum dengan mengundang Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. H. E. Aminudin Aziz. Dengan menghadirkan seluruh dosen dan mahasiswa khusus FKIP Ummat.

“Dalam rangka kita akan tindak lanjuti rencana dosen dan mahasiswa sebagai tutor pengembangan bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Insya Allah peluang ini kita tangkap. Ini penting ke depan, saya merasa berkepentingan sehingga menandatangani perjanjian kerja sama ini sebagai upaya pengembangan bahasa daerah, saya rasa ini penting,” ujar Rektor.

Beberapa hal sudah dilakukan oleh Ummat seperti telah melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Nantinya akan ada tindak lanjut penguasaan bahasa daerah dan melatih tutor.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof. H. E. Aminudin Aziz, MA., Ph.D., mengatakan, revitaliasai merupakan upaya agar Bahasa daerah tidak tiba-tiba punah. “Bahasa itu akan hidup kalau bahasa itu tetap dipakai secara meluas oleh penutur bahasa itu terutama generasi muda. Kalau ditanya keterlibatan siapa, melibatkan semua unsur, pemerintah, pegiat, sekolah, dan keluarga. Karena merka orang yang setiap hari memberikan kontribusi dan bertanggungjawab terkait kelestarian,” ujarnya.

Ia menjelaskaan, bahasa daerah dominan di NTB ini misalnya bahasa sasak, penuturnya masih 3 jutaan orang, masih relatif aman. Namun, tidak ada satupun bahasa daerah yang tidak mengalami penurunan jumlah penutur. Bisa disebabkan karena berpindah tempat tinggal, pernikahan silang, menganggap tidak mau lagi menggunakan bahasa itu. Oleh karena itu, Bahasa yang penuturnya banyak pun harus tetap direvitalisasi.

“Ini pekerjan gotong royong, kendala sebetulnya ketika masyarakat tidak yakin bahasanya perlu dipertahankan. Kalau misalnya masyarakat sudah yakin, itu akan lebih mudah,” ujarnya.

Nantinya, melalui program revitalisasi bahasa daerah ini, bahasa daerah akan masuk ke kurikulum pendidikan. Kalau kebijakan ini sebagai gerakan bersama, Aminundin yakin program revitalisasi bahasa daerah akan berhasil.

Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas, mengatakan NTB terpilih melaksanakan kegiatan revitalisasi bahasa daerah ini. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan, baik itu dari kepala dinas pendidikan provinsi dan kota/kabupaten di NTB, melibatkan guru, kepala sekolah, pengawas, para pegiat, media massa, dan pihak terkait. (ron)