Transformasi Digital, Dirjen SDPPI: Kita Tak Bisa Menghindar

0
Dr. Ismail (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB)-Perkembangan dunia digital sekarang tak terbendung. Transformasi digital terjadi di mana mana. Tidak saja di Lombok, tapi terjadi di seluruh belahan dunia. Kenyataan terjadinya transformasi digital ini tak bisa dihindari.

Drs.Ismail menyerahkan bingkisan kepada utusan mahasiswa. (Suara NTB/rus)

‘’Kita tak bisa menghindar,’’ ucap Direktur Jenderal SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dr. Ismail saat kuliah umum di Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kamis, 16 Juni 2022. Terjadinya transformasi digital ini memiliki dampak positif namun juga banyak yang negatif.
Dirjen menjelaskan, banyak sekali manfaat positif transformasi digital. Pejabat setingkat eselon I asli Lombok itu mengatakan jarak tak lagi jadi masalah. Bicara Jepang, Amerika, Australia itu tak ada jarak karena teknologi informasi. Sekarang seperti tak ada batas karena dunia maya.

 

Pemanfaatan dunia digital ini ada di semua bidang. Banyak muncul unicorn berbagai platform. Digital menjadi solusi atas semua masalah kehidupan. Aplikasi semua berkembang memberikan solusi atas masalah. Bahkan dalam bidang ekonomi bisa menghasilkan pendapatan besar bagi pengelolanya. Contoh adanya aplikasi e-commerce.

Manfaat lainnya dari transformasi digital ini adalah saat pandemi Covid-19. Pendidikan tetap survive dengan tak tatap muka tapi manfaatkan infrastruktur telekomunikasi. Yakni siswa dan mahasiswa belajar secara daring. Begitu juga dunia kesehatan. Operasi bisa digelar secara virtual. Operasi jarak jauh sudah tak mustahil lagi.
Dunia perbankan juga demikian. Dulu layani nasabah hanya lewat teller. Sekarang cukup lewat manfaatkan HP. Dunia transportasi juga berubah dengan hadirnya Gojek, Gofood. Negara maju sekarang diukur dari tingkat konsumsi digital. Berapa data rata download speed internet itu diukur.

Ditambahkan, menghadapi transformasi digital tersebut, Dirjen mengajak masyarakat berpikir kreatif. Santri diajak bisa melahirkan sebuah unicorn untuk kepentingan Ponpes. Apa masalah Ponpes bisa dicarikan solusinya melalui dunia digital. Disadari dalam bidang pendidikan banyak masalah. Ide kreatif untuk solusikan masalah di Ponpes. Ide kreatif ini tak hanya lokal tapi bisa nasional hingga internasional.

Salah satu kunci untuk bisa manfaatkan dunia internet ini harus miliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Investasi kompetensi SDM paling berat. Intinya sekarang belajar. Raih sertifikasi yang cukup untuk tunjukkan kemampuan. Ada program literasi digital. Ada program untuk mahasiswa bisa diikuti.
Dirjen mengajak serap teknologi informasi ini secara produktif. Para santri, guru dan mahasiswa di lingkungan Ponpes NW Anjani katanya tak harus semua menjadi programer, tapi terpenting semua berfikir dan berwawasan lingkungan.

‘’Santri harus mulai berpikir. Tak bisa kita diam di zona nyaman. Kalau mau lompat lebih tinggi, butuh kemampuan di bidang digital,’’ ucap Dirjen yang mengaku bangga jadi orang Lombok ini menambahkan.

Selanjutnya Dirjen berpesan agar memahami juga banyak hal negatif dunia digital. Banyak praktik penipuan, banyak berita hoaks. Bahkan ada orang sakau dan teler karena kecanduan gadget. Keberadaan HP sekarang telah dijadikan sebuah kebutuhan yang sangat penting. Cina sendiri sudah mendirikan rumah sakit khusus yang kecanduan. “Kita juga tak bisa katakan tidak tentang hal ini, ” imbuhnya.

Dirjen mengajak masyarakat untuk memaksimalkan positifnya dan minimalisir negatifnya. Rumus mujarab hadapi masalah negatif transformasi digital adalah iman dan taqwa. Bangun ketahanan keluarga dan berpikir rasional juga memanfaatkan dunia digital ke hal -hal yang positif dan produktif.

Kehadiran Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo ini disambut semarak oleh para santri Ponpes. Pada kesempatan itu, Dirjen menyempatkan diri berdialog dengan mahasiswa dan santri di lingkungan Ponpes setempat. Dari pertanyaan kritis mahasiswa NW Anjani ini, Dirjen menyampaikan persetujuannya tentang jaga jati diri bangsa. Tidak meniru-niru orang asing yang banyak tak sesuai dengan karakter lokal bangsa.
Pengurus Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, Ustad Muhammad Zuhri, mengatakan Ponpes kami sederhana. Ponpes didirikan Desember tahun 2000 oleh Ummi Hj Raihanun ZAM sudah berjalan 22 tahun. Ponpes ini mengelola 14 lembaga pendidikan dari TK, sampai perguruan tinggi. Ada khusus mengkaji kitab kuning penimba ilmu agama. Jumlah santri keseluruhan 12.573 di Ponpes Syaikh Zainuddin NW dengan luas kawasan Ponpes 25 hektar. Jumlah santri terus meningkat. Adapun jumlah madrasah di seluruh Indonesia sebanyak 1.630 madrasah. (rus)

Tiitle Ads