Produk Kuliner Kemasan Tembus Pasar Luar Negeri, NTB Dorong IKM Naik Kelas

0
Hj. Nuryanti.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)-Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) didorong agar terus meningkatkan kualitasnya di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif. Termasuk IKM yang memproduksi kuliner khas NTB seperti ayam taliwang, sate rembiga, ayam rarang dan lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Hj. Nuryanti SE, ME mengatakan, saat ini produk kuliner yang sudah memiliki izin edar BPOM dan sudah dijual secara kemasan ada tiga produk yaitu sate rembiga goyang lidah, ayam taliwang arilangga dan ayam rarang Lombok Timur.
“Bahkan sate rembiga itu sudah memproduksi sebanyak 1000 bungkus per hari. Ayam rarang juga cukup signifikan penjualannya. Dia sekarang fokus di penjualan kaleng untuk yang online. Rumah produksinya sudah terbangun dengan produksi 1000 pcs sehari di luar kuliner harian yang tetap jalan,” ujar Nuryanti kepada Suara NTB, Rabu, 15 Juni 2022.

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong agar produk-produk kuliner yang lainnya terus berupaya naik kelas dan meningkatkan kualitas daya saing. Beberapa produk yang sedang didampingi oleh Dinas Perindustrian yaitu produk sate tanjung di Lombok Utara, sate bulayak di Lombok Barat, nasi puyung di Lombok Tengah serta siong sira dan sepat di Kabupaten Sumbawa.
“Mudah-mudahan di tahun 2022 ini rumah produksi mereka sudah berdiri dan dilaunch lagi oleh Gubernur. Kita berharap juga izin BPOM bisa keluar,” ujarnya.

Nuryanti mengatakan, pasar dari produk-produk kuliner asal NTB ini sudah go nasional dan bahkan beberapa produk sudah dipasarkan di luar negeri seperti di Turki. Dengan penjualan sistem online, produk kuliner kemasan bisa diakses dengan mudah oleh buyer di luar negeri.
“Kalau di pasar lokal, target terdekat kita adalah para jemaah haji. Kita sudah menjalin kerjasama dengan Kemenag dan Travel Haji khusus NTB,” terangnya.

Saat ini Pemprov NTB melalui sejumlah OPD terus melakukan promosi produk-produk unggulan untuk memperluas pasar. Seperti saat ada pertemuan Gubernur bersama dengan Dubes Uni Eropa kemarin, NTB salah satunya menjajaki kerjasama bidang perdagangan dengan Uni Eropa. “Produk apa saja yang dibutuhkan oleh Uni Eropa nanti kami yang intervensi agar sesuai dengan standar ekspor,” tambahnya.

Selain produk kuliner dalam bentuk kemasan tadi, Dinas Perindustrian juga sedang meningkatkan kualitas dan penjualan minyak kelapa kemasan. Menurut Nuryanti, minyak kelapa sudah mampu bersaing dengan minyak sawit. Ini akan menjadi solusi untuk mengantisipasi kelangkaam minyak sawit kemasan.

“Dari segi harga, minyak kelapa 30 ribu per liter, hampir sama dengan minyak sawit kemasan. Kita sudah bisa bersaing dari segi harga dan kualitas. Rumah produksi sedang dibangun di KLU dan Korleko Lotim,” ujarnya.(ris)

Tiitle Ads