PPDS Bedah Hadir di FK Unram, SDM Dokter Spesialis Segera Terpenuhi di NTB

0
H. Lalu Herman Mahaputra (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)-Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) kini sudah diberikan izin oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah (PPDS Bedah)
Hal ini tak terlepas dari upaya FK Unram bersama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB sejak empat tahun terakhir untuk mewujudkan PPDS di Unram. Tentu keputusan dari Mendikbud Ristek ini akan memberi keuntungan yang besar bagi rumah sakit di daerah untuk memenuhi sumberdaya dokter spesialis yang saat ini masih terbatas.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, pihaknya memberi apresiasi kepada Unram karena telah memiliki Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah. Ia juga memberi apresiasi kepada Rektor Unram dan Dekan Fakultas Kedokteran Unram yang telah menggandeng RSUD NTB menjadi wahana pendidikan kedokterannya.

‘’Kita harus bangga bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sudah bisa membuka prodi spesialis bedah. Ini sangat-sangat membantu karena kita sudah terlalu lama sumberdaya manusia ini terbatas. Sehingga kita harus mencari sumber-sumber lain,” ujar Dokter Jack, sapaan akrabnya kepada Suara NTB, Kamis, 16 Juni 2022.

Ia mengatakan, tidak hanya Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah yang harus ada di Unram. Namun ia mendorong agar ke depan hadir program studi pendidikan spesialis yang lainnya. Sehingga nanti bisa menutupi kekurangan-kekurangan sumberdaya dokter spesialis di Provinsi NTB secara umum.
‘’Kita saat ini masih banyak kekurangan dokter spesialis. Oleh sebab itu, ini akan memberikan angin segar untuk bisa mencetak para dokter spesialis. Sehingga nanti Nusa Tenggara Barat ke depannya mampu menekan angka kematian ibu dan anak. Terlebih sebentar lagi saya dengar akan segera dibuka juga Prodi Spesialis Kandungan dan Kebidanan,” kata Dokter Jack.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 424/E/O/2022, FK Unram resmi mendapatan izin operasional untuk melaksanakan jenjang pendidikan spesialis 1 di bidang bedah atau program pendidikan dokter spesialis Bedah (PPDS Bedah). Program studi ini merupakan program studi spesialis pertama yang ada di NTB dan siap menerima mahasiswa baru pada awal semester ganjil tahun ini.

Lahirnya PPDS bedah di FK Unram tidak terlepas dari kerja keras tim pengusul yang dikomandani oleh Dr. dr. Rohadi, SpBS yang melibatkan unsur FK Unram, Rumah Sakit Umum Daerah Propinsi NTB sebagai rumah sakit pendidikan FK Unram dan beberapa rumah sakit jejaring lainnya.
Dukungan dari pihak pemerintah provinsi NTB melalui Gubernur dan Wakil Gubernur serta Universitas Mataram melalui Rektor dan Senat juga sangat berperan dalam membidani program studi yang sangat dibutuhkan ini.
Prodi Spesialis Pertama di NTB

FK Unram resmi mendapatkan izin operasional untuk melaksanakan jenjang pendidikan spesialisasi di bidang bedah atau Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah (PPDS Bedah). Program studi (Prodi) ini merupakan program studi spesialis pertama yang ada di NTB.

Prodi ini siap menerima mahasiswa baru pada awal semester ganjil tahun akademik 2022/2023 ini.
Izin operasional PPDS Bedah sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 424/E/O/2022.

Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L (K).,M.Kes., pada Kamis, 16 Juni 2022 mengatakan, pihaknya sudah tiga tahun mengajukan prodi ini. “Prosesnya sangat panjang dan banyak hambatan. Seperti Covid-19, pergantian anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), dan lainnya. Saya mengucapkan selamat kepada civitas akademika FK Unram atas lahirnya program studi tersebut,” ujarnya.

Hamsu Kadriyan (suara NTB/dok)

Lahirnya PPDS bedah di FK Unram tidak terlepas dari kerja keras tim pengusul yang dikomandani oleh Dr. dr. Rohadi, SpBS yang melibatkan unsur FK Unram, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB sebagai rumah sakit pendidikan FK Unram dan beberapa rumah sakit jejaring lainnya seperti Rumah Sakit Praya dan Rumah Sakit Gerung.

‘’Dukungan dari pihak Pemerintah Provinsi NTB melalui Gubernur dan Wakil Gubernur serta Universitas Mataram melalui Rektor dan Senat juga sangat berperan dalam membidani program studi yang sangat dibutuhkan ini,’’ ujar Hamsu Kadriyan.

Menurut Hamsu, pengusulan PPDS Bedah, karena jumlah dokter bedah di Indonesia masih kurang dan belum merata. Khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur, sementara kasusnya banyak. Kondisi ini menjadi salah satu penghambat akses pelayanan kesehatan yang berakibat pada derajat kesehatan masyarakat rendah.

PPDS Bedah akan menerima mahasiswa baru periode Juli 2022. Syaratnya merupakan lulusan dokter, lulus tes akademik dan wawancara serta sehat fisik dan mental. Hamsu menekankan, pihaknya telah menyiapkan tenaga pengajar dan fasilitas mumpuni untuk mendukung operasional PPDS Bedah.

‘’Dosen sudah lengkap, ada Sp2 di berbagai sub divisi bedah, ada dosen yang S3, tenaga kependidikan, rumah sakit pendidikan utama dan jejaring, ruang pertemuan, ruang diskusi, ruang jaga residen sudah lengkap semua,’’ ujar Hamsu.

Dekan FK Unram mengucapkan selamat kepada civitas akademika FK Unram atas lahirnya program studi tersebut. Selain PPDS Bedah, FK Unram juga sedang menyiapkan beberapa program pendidikan spesialis lainnya seperti Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin) atau yang lebih dikenal dengan Spesialis Kandungan, Spesialis Neurologi atau yang lebih dikenal dengan Spesialis Syaraf, Spesialis Pulmonology dan Kesehatan Respirasi atau Spesialis Paru, dan Spesialis Kedokteran Kelautan, serta S2 Magister Ilmu Kesehatan. Hal ini untuk menunjang kelanjutan program pendidikan bagi lulusan dokter yang ingin melanjutkan studinya di bidang tertentu

‘’Semoga dunia pendidikan di NTB semakin maju sehingga bisa mendorong percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia melalui peningkatan kesempatan pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,’’ harap Hamsu. (ris/ron)

Tiitle Ads