Dampak Fenomena La Nina, Ribuan Hektar Tanam Tembakau di Loteng Rusak

0
Tanaman tembakau petani di Loteng yang tergenang air akibat hujan yang mengguyur belakangan ini. Hal ini menyebabkan tanaman tembakau rusak. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) -Luas tanaman tembakau yang terkena dampak fenomena La Nina yang ditandai dengan tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), kian bertambah. Dinas Pertanian Loteng mencatat sampai saat ini sudah sekitar 1.448 hektar lahan tanaman tembakau yang rusak. Dengan kecamatan Pujut dan Praya Timur yang paling parah terkena dampak.

Kepala Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN, kepada Suara NTB, Kamis, 16 Juni 2022, mengatakan, di Kecamatan Pujut laporan yang masuk ada 883 hektar tanaman tembakau yang rusak. Sementara di Kecamatan Praya Timur lebih sedikit, sekitar 565 hektar.

Untuk menyelamatkan tanaman tembakaunya, petani banyak yang sudah melakukan penyulaman. Penyulaman yang dilakukan dengan menanam kembali bibit tembakau yang dimilikinya, di lokasi tanaman tembakau yang rusak, karena tergenang air. Harapannya, bibit tembakau pengganti tersebut bisa tumbuh dengan baik.

“Sebagian besar petani tembakau sudah melakukan penyulaman. Jadi masih ada peluang bagi petani untuk menyelamatkan musin tanam tembakau tahun ini,” terangnya.
Arman –sapaan akrab Kepala Dinas Pertanian Loteng ini, menjelaskan, untuk bantuan bibit bagi petani terdampak saat ini masih diupayakan. Pihaknya pun sudah mengajukan usulan bantuan bibi tembakau ke pemerintah provinsi, karena biasanya bantuan bibit seperti itu, disiapkan oleh pemerintah provinsi.

“Selama ini bantuan bibit berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, kami sedang mengusulkan permohonan bantuannya,” sebutnya.

Lalu berapa yang diusulkan? Arman menegaskan, semua yang terdampak tanpa terkecuali. Tapi berapa yang bisa dibantu nantinya, semua tergantung kebijakan pemerintah provinsi. Pihaknya dalam hal ini hanya mengusulkan saja, karena, di lapangan banyak petani yang sudah melakukan penyelamatan sendiri dengan bibit yang dimilikinya sendiri. (kir)