Bank Indonesia Intervensi Tenun Sembalun

0
Foto bersama usai kegiatan pelatihan di Sembalun. (Suara NTB/bul)

Selong (Suara NTB) –Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyelenggarakan Pelatihan Tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), Mehani dan Pewarnaan di Yayasan Ponpes Syukur Asyari, Sembalun, Kabupaten Lombok untuk menjaga kelestarian kearifan lokal ini di kaki Gunung Rinjani.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan Rabu, 15 Juni 2022 di Yayasan Ponpes Syukur Asyari, Sembalun. Berlangsung selama 28 hari ke depan dengan pendampingan intensif dari narasumber Gaya Wastra Nusantara, di bawah koordinasi, Wignyo Rahadi. Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji melalui Deputinya, Achmad Fauzi menyampaikan harapan agar kelompok tenun sangkabira dapat menjaga semangat dan komitmen dalam menjalani program pelatihan tenun ATBM sehingga nantinya mampu bersaing dengan daerah lainnya di tingkat nasional bahkan global.

Kelompok Tenun Sangkabira akan didorong untuk berkembang dengan diberikan bantuan teknis seperti pelatihan dasar penggunaan ATBM, pelatihan pewarnaan alami, mehani, pembuatan motif, perluasan akses pasar, pemanfaatan pemasaran digital, serta berbagai pelatihan lainnya yang mampu menjadi katalis peningkatan kapasitas kompetensi anggota kelompok.

Pengembangan usaha, serta penyerahan Program Sosial Bank Indonesia berupa 5 unit Alat Tenun Bukan Mesin beserta perlengkapan pendukungnya, senilai Rp146 juta. Penguatan kelembagaan, dilakukan dengan pendampingan penyusunan legalitas kelompok. Fauzi mengatakan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengantarkan Kelompok Tenun Sangkabira sebagai wirausaha baru dengan skala usaha yang terus meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan amenitas pariwisata di Provinsi NTB, khususnya di wilayah Sembalun ini.

Wignyo Rahadi, instruktur kegiatan ini mendorong agar Kelompok Tenun Sangkabira dapat memanfaatkan momentum Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia untuk kelompok tenun agar terus berkreasi, baik dengan ATBM sehingga dapat bersaing dari sisi motif, harga dan produk-produk turunan lainnya, maupun juga dari gedogan untuk dipertahankan sebagai khasanah budaya suatu daerah khususnya Sembalun.

“Saya bersyukur dan bangga, pelatihan di Sembalun ini tidak hanya penenun senior saja, tetapi juga banyak anak milenial yang ikut bergabung, baik itu perempuan dan laki-laki. Antusiasme yang bagus selama ini oleh peserta jangan sampai berkurang sehingga dampak dan hasil yang diperoleh bagus,” ujarnya. Sementara Sekda Kabupaten Lombok Timur, H.M Juaini Taufik menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPw BI Provinsi NTB yang terus menunjukkan komitmen untuk berdedikasi kepada negeri salah satunya kepada Lombok Timur.

Pemda Lotim berkomitmen bahwa akan terus mengkoordinasikan tentang tenun ini kepada semua OPD yang terlibat, baik Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, dan sebagainya agar berkolaborasi memperhatikan kemajuan Sembalun.

Disamping itu, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Lale Prayatni yang juga turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungan dan mendorong agar kelompok tenun menjaga semangatnya dalam mengembangkan dan menciptakan produk yang lebih berkualitas. Dekranasda baik di tingkat kabupaten dan provinsi akan terus memperhatikan dan mengembangkan tenun di NTB, khususnya juga di Sembalun.

Dorongan tersebut juga dilakukan melalui promosi dengan penggunaan tenun di berbagai acara dan kegiatan kedinasan setiap hari selasa dan kamis, dengan begitu akan terbuka peluang tenun sembalun ini untuk dibeli dan digunakan oleh OPD seluruh NTB. Lebih lanjut, Lale menyampaikan terkait peluang tenun pewarna alam dan motif tradisional, dengan banyaknya jenis tanaman di Sembalun dapat menjadi peluang sumber bahan pewarna alam yang dapat diproduksi oleh kelompok tenun. (bul)

Tiitle Ads