Kapal Cepat Rute Labuhan Lalar – Telong Elong Mulai Beroperasi

0
Para penumpang menaiki kapal cepat trans sekongkang saat pelayaran perdana, Sabtu, 11 Juni 2022.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kapal cepat rute Labuhan Lalar – Telong Elong kini resmi dibuka. Sabtu lalu kapal yang dikelola Trans Taliwang itu memulai pelayaran perdananya.

Pada pelayaran pertama kalinya  ini, kapal cepat bermuatan 25 penumpang itu memulai perjalanannya dari dermaga Labuhan Lalar Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dengan perjalanan sekitar 50 menit kapal ini memuat penumpang kapasitas penuh dan turut pula beberapa warga negara asing (WNA) di dalamnya. “Alhamdulillah perjalanannya lancar,” kata kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KSB, H. Abdul Hamid kepada Suara NTB, , 12 Juni 2022.

Ia menjelaskan, pelayaran kemarin merupakan uji coba. Dan dalam waktu dekat akan diresmkikan oleh bupati setelah seluruh fasilitas pendukungnya telah dilengkapi. “Masih ada beberapa yang kita perlu benahi. Tapi secara teknis pelayaran dari dermaga Labuhan Lalar ke Telong Elong itu sudah laik,” klaimnya.

Sementara itu owner Trans Sekongkang, H. Basuki yang dikonfirmasi menyatakan berdasarkan hasil perjalanan perdana itu pihaknya sangat optimis bisa melanjutkan operasional kapal yang dikelolanya tersebut. “Kami juga sudah survei pasarnya terutama di KSB. Minat masyarakat kita tinggi,” katanya.

Dalam beroperasi, kapal cepat Trans Taliwang akan membuka jadwal perjalanan empat kali sehari. Rinciannya dua kali dari KSB dan dua kali dari Lombok Timur. Dijelaskan H. Basuki, penumpang kapal cepat akan sekaligus mendapat layanan antar jemput menggunakan mobil yang disedikan pihaknya. Untuk di KSB layanan sementara dari wilayah kecamatan Taliwang, Jereweh, Maluk dan Sekongkan. Sedangkan di pulau Lombok layanannya di buka ke Mataram dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM).

“Jadi tiket kapalnya include dengan biaya transportasi daratnya. Kami sudah siapkan armada mobilnya bahkan di Lombok kami sudah punya beberapa shelter untuk tempat tunggu penumpang,” papar H. Basuki.

Selanjutnya ia menambahkan, keuntungan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi yang dibukanya tersebut adalah kecepatan sampai ke tujuan. Warga KSB khusunya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam menuju ke Mataram atau ke bandara BIZAM. “Kebetulan mobil untuk pakai antar jemput di Lombok beberapa milik kami. Jadi kami bisa berikan jamijan tepat waktu,” imbuhnya. (bug)