MXGP, Event Internasional dan Pariwisata Sumbawa

0
Agus Talino

Catatan: Agus Talino

KETIKA WSBK (World Superbike) dan MotoGP digelar di Pertamina Mandalika International  Street Circuit Lombok Tengah (Loteng), Maret 2022  lalu, beberapa teman saya dari berbagai daerah di tanah air. Bahkan ada juga teman  asal Indonesia yang menetap di luar negeri menghubungi saya. Bertanya tentang WSBK dan MotoGP. Salah satu pertanyaannya waktu itu,  apa benar MotoGP digelar di NTB? Ketika saya mengatakan benar. Dia jawab dengan singkat: Keren itu.

NTB akan sangat dikenal di dunia. NTB bisa menjadi pilihan yang sangat menarik untuk didatangi dan untuk berwisata. Karena MotoGP pasti disiarkan oleh banyak media di dunia. Pecinta MotoGP itu banyak. Mandalika, Loteng, NTB dan Indonesia bisa menjadi pusat perhatian.

Memang, salah satu yang penting dari pariwisata adalah promosi. Karena ada WSBK dan MotoGP. NTB menemukan momentumnya untuk berpromosi. Tidak mudah mencari momentum yang benar-benar ‘’nendang’’ untuk  kita melakukan promosi. MotoGP adalah peristiwa yang menjadi pusat perhatian banyak orang di dunia. Mereka yang tertarik dengan MotoGP. Perhatian mereka tentu tidak saja  sebatas tentang MotoGP. Tetapi juga tentang daerah dan negara, tempat diselenggarakannya MotoGP. Daerah mana dan negara mana? Sehingga kita bisa makin terkenal. Banyak orang tertarik datang ke tempat kita. Pariwisata kita, insya Allah akan lebih maju dan lebih berkembang.

Sama dengan MXGP yang akan digelar di Rocket Motor Circuit Samota Sumbawa NTB. Momentum MXGP bisa menjadi event yang sangat strategis dan efektif untuk kita perkenalkan Sumbawa ke seluruh pelosok negeri dan dunia. Kita harus jujur, Sumbawa masih banyak kekurangan. Pariwisata kita sesungguhnya potensial. Tetapi masih banyak yang harus dibenahi. Masih banyak yang harus didandani. Sehingga, pariwisata Sumbawa bisa bertumbuh dan berkembang. Salah satunya, kita harus melakukan promosi. MXGP bisa kita manfaatkan untuk kita promosikan daerah kita.  Sekarang, semuanya tergantung kita. Tergantung pilihan kita. Kalau saya diminta pendapat. Menurut saya, Sumbawa harus punya cara. Dan kita tidak boleh “mati gaya” untuk memanfaatkan MXGP. Sehingga MXGP benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kemajuan daerah. Khususnya Sumbawa yang kita cintai. Tana intan bulaeng.

Penyelenggaraan event berskala internasional. Termasuk di NTB sangat menguntungkan daerah. Kalau pun ada sisi-sisi yang kurang memuaskan misalnya, itulah yang harus dievaluasi dan disempurnakan di masa- masa yang akan datang. Yang paling penting, kita harus mau berendah hati untuk terus belajar dan mau menerima koreksi, saran dan masukan.  Tidak ada gading yang tak retak.

Pilihan kita, percakapan, diskusi dan perdebatan, kalau pun ada perdebatan. Perdebatan yang harus kita bangun adalah perdebatan untuk kemajuan. Kemajuan untuk kita semua. Kita hindari perdebatan yang tidak produktif. Percakapan dan diskusi yang kita bangun dan kembangkan adalah percakapan dan diskusi dengan basis informasi dan data yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Saya tidak tahu, apa ini kelakar atau apa istilahnya. Saya pernah mendengar. Ada yang mengatakan begini. Kita tidak bisa “saling jambak sesama kepala kita botak. Karena tidak ada yang kita jambak. Tidak ada yang kita tarik”. Kita akan kehabisan waktu dan kita akan kehabisan energi. Maksudnya, agar percakapan dan diskusi kita sehat dan produktif. Kita harus menguasai benar masalah yang kita percakapkan dan diskusikan. Sehingga percakapan dan diskusi kita bermafaat bagi kebaikan. Mempercakapkan dan mendiskusikan masalah atau tema-tema yang tidak kita fahami secara lengkap dan utuh adalah  sia-sia dan mubazir.

Saya menyampaikan hal ini.  Tidak ada maksud untuk menyindir siapa-siapa. Karena itu, tidak boleh ada yang “baper”. Tidak boleh ada yang tersinggung. Saya tidak pernah mengatakan bahwa ada yang membangun percakapan dan diskusi dengan informasi dan data yang tidak kuat. Apalagi saya mengatakan bahwa ada yang membangun percakapan dan diskusi. Tetapi tidak menguasai masalah dengan lengkap dan utuh. Tidak. Saya tidak pernah mengatakan itu.  Sebab memang tidak ada yang tabu, apalagi sebatas untuk kita percakapkan dan diskusikan. Ini hanya sebagai pengingat saja. Agar kita membiasakan diri untuk membangun tradisi intektual dan tradisi diskusi yang sehat dan produktif. Kita mempercakapkan dan mendiskusikan sesuatu karena kita kuasai dan faham betul dengan sesuatu itu.  Kita debatkan sesuatu karena kita yakin benar dengan yang kita fahami. Kita debatkan sesuatu semata-mata untuk kebaikan bersama.

Seperti dilansir Suara NTB, Senin (6/6) lalu,  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah,  mencoba memberi perspektif tentang penyelenggaraan event internasional di NTB.  Dia menyebutkan, untuk provinsi seperti NTB, event internasional seperti MotoGP dan MXGP banyak manfaatnya.

Menurutnya, event internasional seperti MotoGP, MXGP dan WSBK syaratnya banyak. Antara lain, bandara harus bagus. Pelabuhan harus kelas internasional. Rumah sakit dan lain-lain harus standar internasional. Ini nggak bisa ditawar-tawar. Artinya, Pemda dan pemerintah pusat harus memastikan ada perbaikan dan perubahan di bandara, di pelabuhan-pelabuhan dan rumah sakit-rumah sakit. Kalau bandara, pelabuhan dan rumah sakit diperbaiki, maka yang memperoleh manfaatnya adalah kita semua. Termasuk di dalamnya petani, nelayan, pengusaha, dan lain-lain. Kita semualah.

Gubernur juga menyebutkan, soal pelayanan listrik dan telekomunikasi. Karena menyangkut nama baik bangsa.  Pada event internasional katanya, PLN dan Telkom masuk untuk memastikan listrik cukup dan tidak mati. Demikian juga fasilitas information and communication technology (ICT) atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK)  dari Telkom. Untuk kemudahan upload berita dan gambar lebih cepat sesuai dengan kebutuhan internasional. Kalau PLN dan Telkom sudah bagus servis dan fasiltasnya ujarnya, maka yang merasakan dampak positifnya, ya kita semua juga.

Catatan Gubernur tentang manfaat event internasional di NTB cukup banyak. Gubenur juga mengatakan, tentang tamu yang akan banyak datang. Sistem produksi dan ekonomi yang otomatis bergerak. Dan menurutnya,  event internasional yang rutin diadakan bertahun-tahun, bisa memancing kepastian bisnis dan investasi di daerah kita. Semakin banyak bisnis dan investasi katanya, maka akan banyak lapangan kerja baru yang terbuka. Adanya lapangan kerja baru, maka pengangguran bisa ditekan dan kemiskinan bisa dikurangi.

 

Jadi kata Gubernur, kita di NTB memang perlu event-event skala internasional untuk mengakselerasi pembangunan dan memaksa perubahan. Dengan adanya internasional event, kita dipaksa untuk berinteraksi dengan keragaman dan banyak hal-hal baru. Kita dengan sendirinya akan belajar dan berubah.

Kita semua tahu. Ketika WSBK dan MotoGP  berlangsung. Penontonnya ramai. Mereka datang dari berbagai  daerah dan negara. Pelaksanaan WSBK dan MotoGP sukses. Hotel penuh. Pariwasata NTB bergerak. Bahkan seperti berita yang tulis Suara NTB, Senin,(6/6) lalu, yang dikutip dari akun Instagram Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, berkat kerja keras bersama, ajang MotoGP berhasil membangkitkan ekonomi para pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menghasilkan nilai tambah Rp 4,5 trilun.

Harapannya, MXGP di Samota Sumbawa. Bisa memajukan pariwisata, khususnya Sumbawa. Bisa menggerakkan ekonomi dan menghasilkan nilai tambah yang besar. Mari kita dukung dan sukseskan pelaksanaan MXGP di Samota Sumbawa. Mudah-mudahan saya berkesempatan datang menyaksikan dan menonton MXGP yang rencananya digelar selama tiga hari, 24-26 Juni 2022 mendatang. Saya pernah datang ke lokasi pembangunan sirkuit MXGP di Samota Sumbawa. Tempatnya indah. Viewnya cantik dan mengagumkan. Selamat dan Sukses untuk Sumbawa sebagai tuan rumah penyelenggaraan MXGP.  Dan sukses juga untuk kita semua. Semoga. Aamiin. *

Tiitle Ads