Puluhan Pengusaha NTB Ditempa Menjadi Eksportir

0
Baiq Denny Evita Darmiyana menunjukkan beberapa produk potensial ekspor NTB. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Puluhan pengusaha di NTB tengah ditempa menjadi eksportir. Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi pendampingan, peningkatan kualitas produk, hingga pengembangan jaringan pasar di luar negeri. Ada 40 pengusaha/perusahaan yang didaftar oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB untuk diseleksi. Dari jumlah itu, 30 pengusaha rencananya akan mendaparkan program pelatihan menjadi eksportir.

“Kita berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mendorong ekspor non tambang di NTB. Akhirnya NTB masuk dalam program ECP (Export Coaching Program). Hanya sepuluh provinsi di Indonesia yang dipilih dalam penyelengegaran program ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB melalui Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Baiq. Denny Evita Darmiayana di ruang kerjanya, Jumat, 27 Mei 2022.

Seleksi sudah dilakukan melalui tes melalui telephone, dan dan survei. Saat ini sudah memasuki tahapan ketiga. Tinggal beberapa tahap lagi untuk memastikan siapa saja pengusaha-pengusaha yang akan ditempa selama setahun agar menjadi eksportir. “Ada juga yang sudah mengekspor, terpilih. Karena dari program ECP ini, tidak saja didampingi menjadi eksportir, tetapi akan difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan untuk mengembangkan jaringan ekspor diberbagai negara belahan dunia,” imbuhnya.

Mereka yang terpilih itu diantaranya, UD. Emira, PT. Moringa Lombok, Mawar Ketak Lombok, Agro Zee Annur, Istana Kopi Lombok, Agrofish Maju Bersama, Lombok resources, Nyalakok Tenun, Karya Iwin Insani, Terang Terus, Pandora Mutiara. Lombok Master, Berkah Alam, Purnama Shop, Galang Rotan, Azza Mandiri Perkasa, Sate Rembiga Goyang Lidah, Tri Utami Jaya, Koperasi Gumi Sejati, Yant Shorgum Indonesia, Pawon Pengsong Utama, Uniwis Lombok, Loka Coffe, Lombok Pottery Center, Elang Lintas Samudera, Rinjani Pratama Perkasa, Mumbulsari Aquaticulture, Wahidah Lombok, Kopi Punik Sumbawa, Behive Corp Indonesia.

Produknya beraneka, dari kerajinan, fashion, kosmetik, produk olahan makanan dan minuman, perhiasan, mutiara, dan berbagai jenis lainnya. Baiq. Denny menambahkan, melalui program ECP yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) ini, diharapkan akan semakin banyak jumlah eksportir di NTB. dampaknya tentu akan semakin besar peluang peningkatan ekspor komoditas non tambang asal daerah ini.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB terus mendorong para pengusaha potensial eksport untuk melakukan ekspor langsung. Tanpa harus melalui eksportir luar daerah. Tantangannya memang tidak mudah. Kata Baiq. Denny, kecenderungan masyarakat pengusaha/perajin di NTB masih sedang mendapatkan dana segar secara praktis.

Padahal, jika dilakukan pengolahan, ekspor bisa dilakukan secara langsung tanpa menggunakan jasa pihak lain. Pemerintah hadir melakukan pendampingan, hingga pengembangan jaringan ekspor. “Masalah kita adalah, lebih senang jual, dan terima uang langsung. Walaupun nilai produknya menjadi kecil. Kalau sudah dihadapkan pada aturan dan syarat-syarat ekspor, mereka melepasnya. Ndak mau repot. Ini tantangan kita,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tak berhenti mendorong pengusaha, melakukan pendampingan. Sehingga komoditas dari NTB yang terkirim ke luar negeri, benar-benar atas nama NTB. Sehingga dampak ikutannya juga akan diterima langsung. Saat ini komoditas ekspor NTB didominasi oleh komoditas hasil pertambangan. Sementara komoditas non tambang yang menonjol hanya kopi, mutiara, vanili, ketak, dan beberapa diantaranya. (bul)

Tiitle Ads