PKS NTB Tak Khawatir dengan Kehadiran Partai Gelora di Pemilu 2024

0
Yek Agil (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB tidak memiliki khawatiran sama sekali dukungan suaranya bakal tergerus dengan kehadiran Partai Gelora di Pemilu 2024 nanti. Sekalipun Partai Gelora merupakan sempalan dari PKS sendiri.

Hal itu diungkapkan Ketua DPW PKS NTB, Yek Agil dalam podcast dengan Pemimpin Harian Suara NTB, H. Agus Talino, baru-baru ini. Diyakini Yek Agil, Partai Gelora tidak akan terlalu signifikan mempengaruhi peta dukungan elektoral PKS, khususnya di NTB.

“Kami anggap ini biasa-biasa saja, karena kita di NTB hanya ada beberapa oknum saja yang ada di gerbong sebelah ini. Kalau persentasekan kader kami yang ikut di gerbong ini, tidak sampai satu persen,” ungkapnya. Kecilnya persentase eks kader-kader PKS yang memilih nyebrang ke Partai Gelora itu, tidak akan sampai signifikan mengambil suara PKS. “Sehingga kalau melihat data statistik itu, kita berkeyakinan partai sebelah ini tidak akan sampai mengganggu konsolidasi di partai kami,” ucap Yek Agil.

Bahkan sekalipun salah satu eks kader PKS Fahri Hamzah yang kini berada di Partai Gelora dan pernah mewakili Dapil NTB ke DPR RI mencatatkan peraihan suara tertinggi sebesar 120 ribu lebih. Juga tidak terlalu menjadi khawatiran serius oleh PKS.

“Tapi apakah energinya akan masih sama pada saat itu dengan sekarang, belum juga kita berbicara soal geopolitik, dan patron pemilih pusat dan daerah itu belum tentu nyambung,” kata anggota DPRD Provinsi NTB yang sedang diusulkan menjadi pimpinan DPRD itu.

Namun terlepas dari kehadiran Partai Gelora dan juga sejumlah partai baru di Pemilu 2024 nanti. PKS lebih memilih fokus ke internal partainya, untuk menyiapkan diri menghadapi kontestasi Pemilu 2024. “Kami di PKS tidak terlalu memikirkan ancaman, dari gerbong ini dan partai baru lain, kami fokus dengan konsolidasi strategi pemenangan kami,” tegasnya.

Diungkapkan Yek Agil sejumlah agenda besar yang tengah dijalankan saat ini untuk persiapan menghadapi kontestasi politik 2024. Pertama melakukan rekrutmen kader baru, dengan target sampai 2023 nanti sebesar 100 ribu anggota pendukung.

“Fokus kami pertama merekrut 100 ribu anggota pendukung. Tahun 2021 kemarin sudah terekrut 28 ribu, tahun ini targetnya 45 ribu, dan 2023 tuntas. Kedua merampungkan kepengurusan sampai tingkat Desa 100 persen, dan kepengurusan tingkat dusun sekaligus jadi saksi dan tim pemenangan di TPS,” ujarnya.

Agenda lainnya adalah melakukan rekrutmen bakal calon anggota legislatif yang juga sudah mulai berjalan. “Pencalegkan dini sudah berproses, dari mulai penjaringan, kemudian penyaringan untuk kitat tetapkan dan kita daftarkan ke KPU,” pungkasnya. (ndi)