Nikahi Adik Presiden, Ketua MK akan Boyong Istri ke Bima

0
Kedua mempelai, H. Anwar H. Usman dan Idayati, diapit Bupati Bima serta Sultan Bima. Anwar Usman menikahi Idayati, adik kandung Presiden Joko Widodo, lewat akad nikah sekaligus resepsi pernikahan di Kota Solo pada Kamis, 26 Mei 2022.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr. H. Anwar H. Usman SH, MH, sudah sah menjadi ipar Presiden RI, Joko Widodo. Pasalnya, pria berusia 65 tahun itu sudah melangsungkan pernikahan dengan adik kandung Jokowi bernama Idayati.

Prosesi akad nikah sekaligus resepsi pernikahan digelar di Kota Solo pada Kamis, 26 Mei 2022. Jokowi sendiri sebagai wali nasab. Sedangkan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai saksi.

Adik Kandung Anwar, Muhdar Usman mengatakan proses akad nikah hingga resepsi pernikahan berjalan lancar. Kata dia, selain keluarga inti dari kedua mempelai, pernikahan Anwar dan Idayati dihadiri juga sejumlah Menteri. Salah satunya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

“Selain itu, ada juga Gubernur NTB, Bupati Bima. Termasuk Kesultanan Bima dan banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan,” ujarnya via telepon seluler, Jumat, 27 Mei 2022.

Usai menggelar pernikahan, lanjut dia, kedua mempelai akan langsung ke Jakarta pada tanggal 28 Mei 2022 mendatang. Rencananya pasangan suami istri (pasutri) ini akan tinggal menetap di rumah dinas Ketua MK yang berada di Jakarta.

“Saat ini kedua mempelai masih di Solo tepatnya di kediaman mempelai perempuan. Insya Allah akan ke Jakarta 28 Mei,” ujarnya.

Setelah berada di Jakarta nantinya, kedua mempelai direncanakan akan diboyong ke Bima, daerah asal Anwar Usman, karena pihak Kesultanan Bima akan menggelar acara penyambutan secara adat Bima, mengingat Anwar Usman adalah bagian dari keluarga besar Kesultanan Bima.

“Akan ada acara yang digelar di Bima nanti. Acara kecil-kecilan yang digelar keluarga serta acara khusus dari Kesultanan Bima,” ujarnya.

Untuk diketahui, Anwar Usman lahir pada 31 Desember 1956 di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo. Lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada tahun 1969. Setelah itu  melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) hingga 1975.

Lulus dari PGAN, merantau ke Jakarta dan mengawali karier sebagai guru honorer di SD Kalibaru. Selama menjadi guru, Ia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta, dan menyelesaikannya pada tahun 1984.

Dengan almarhumah istri pertamanya, Anwar Usman memiliki 3 anak; dua perempuan dan seorang lelaki. Sedangkan Idayati dengan suami pertamanya memiliki dua anak. (uki)

Tiitle Ads