Mudah Melanjutkan Pendidikan Tinggi, Siswa Diminta Maksimal saat PAT

0
Kepala SMA Negeri Sumbawa Besar Sahyuddin menyerahkan piala pada siswi berprestasi di kesempatan imtak, Jumat, 27 Mei 2022.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Pihak sekolah berpesan kepada siswa agar maksimal mengikuti Penilaian Akhir Tahun (PAT). Hal ini dilakukan agar siswa memperoleh nilai baik di rapor, sehingga memudahkan saat ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke perguruan tinggi tertentu.

Kepala SMA Negeri 2 Sumbawa Besar, Sahyuddin, S.Pd., MA. TESOL., berpesan kepada seluruh siswa untuk terus berprestasi di segala bidang. Sekolah akan senantiasa mendukung segala kegiatan yang bersifat positif baik bidang akademik maupun non akademik. Ia juga berpesan agar siswa yang akan segera melaksanakan penilaian akhir semester (PAS/PAT) untuk mempersiapkan diri dan kesehatan agar meraih nilai terbaik.

“Untuk siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan maupun yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, agar diperhatikan nilai rapor karena rapor menjadi faktor yang sangat penting,” ucap Sahyuddin di akhir kegiatan imtaq pada Jumat, 27 Mei 2022.

Dalam kesempatan itu ia juga  menerima Piala Juara 1 dalam Festival Sekolah Ramadhan kategori Tartil Al Qur’an Putri dari Rini Aryanti yang didamping oleh Pembina Hj. Halimah, S.S., M.Pd.I., di acara imtaq yang dihadiri segenap Keluarga Besar SMAN 2 Sumbawa Besar.

PAT di SMAN 2 Sumbawa Besar akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan, yaitu dimulai dari 30 Mei 2022 sampai dengan 7 Juni 2022. Sahayuddin menyebutkan, pelaksanaan PAT di SMAN 2 Sumbawa Besar berbasis komputer dengan menggunakan HP dari masing-masing siswa.

Sub Koordinator Kurikulum Bidang SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto pada Rabu (18/5) mengatakan, sesuai dengan Kalender Pendidikan Dinas Dikbud NTB tahun ajaran 2021/2022, pelaksanaan PAT dimulai 30 Mei sampai 7 Juni. “Seperti biasa, sekolah dapat mengacu kalender pendidikan untuk penentuan PAT di sekolah, pembagian rapor dan lainnya. Karena situasi sudah normal, maka sekolah mengacu pada SKB Empat Menteri terbaru terkait jumlah siswa yang hadir di sekolah, ketentuan penerapan prokes, dan lainnya,” jelas Purni.

Sementara itu, terkait waktu pembelajaran yang relatif singkat menuju pelaksanaan PAT serta masih belum berlangsungnya pembelajaran tatap muka penuh, sekolah diminta menyesuaikannya.

“Karena SKB empat menteri tetap menjadi acuan dan pemberlakuan kurikulum darurat belum dicabut hingga saat ini, maka sekolah tetap dapat mengacu pada aturan aturan tersebut. Karena itu, sekolah agar menyesuaikan diri. Materi tidak perlu mengejar ketuntasan bahan ajar (sekolah berikan materi esensi),” ujarnya.

Terkait dengan soal yang digunakan saat PAT, Purni mengatakan, sekolah diberikan kewenangan sepenuhnya untuk mengatur pembuatan soal maupun teknis pelaksanaan PAT. Beberapa sekolah menyebutkan akan melaksanakan PAT dengan berbasis komputer atau android. Purni mempersilakan sekolah untuk menyesuaikannya.

“Sekolah dapat menggunakan sarana apapun yang menunjang, lebih-lebih sarana komputer tentu itu lebih diutamakan sebagai bagian dari implementasi teknologi di lingkungan sekolah,” ujar Purni. (ron)

Tiitle Ads