Masyarakat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

0
Mahfuddin Noor. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem,terutama potensi pohon tumbang dan gelombang pasang. Nelayan diminta tidak melaut selama peralihan musim hujan ke kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kurun waktu tiga hari (26-28/5) akan berpotensi terjadinya hujan sedang lebat dan angin kencang. Hal ini patut diantisipasi karena berpotensi menimbulkan gelombang pasang dan pohon tumbang. “Pantauan kita pada Kamis, 26 Mei 2022 terjadi pohon tumbang di Jalan Sultan Salahuddin dan gelombang pasang di pesisir Pantai Ampenan,” kata Mahfuddin ditemui, Jumat, 27 Mei 2022.

Kondisi cuaca ekstrem ini patut diwaspadai oleh masyarakat, terutama tidak beraktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan disertai hujan lebat. Mahfuddin mengatakan, hujan dan angin kencang selama dua hari terakhir tidak menimbulkan genangan. Titik-titik rawan genangan seperti di Karang Buaya, Jalan Sriwijaya, Airlangga, dan titik lainnya terpantau terkendali. “Alhamdulillah, masih aman dan terpantau tidak ada titik genangan,” ujarnya.

Gelombang pasang yang terjadi dua pekan lalu, juga patut diwaspadai. Pihaknya meminta nelayan untuk tidak turun melaut. Pun harus terpaksa turun menangkap ikan dengan alasan ekonomi juga harus dipastikan alat keselamatan selama berlayar. Minimalnya menyediakan jaket penyelamat atau pelampung.

Perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. Meskipun diketahui, Kota Mataram berada di daerah hilir dan pasokan air mencukupi dari hulu. Namun demikian, masyarakat harus tetap memperhatikan keselamatan dengan memastikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran seperti lupa mematikan kompor, listrik, dan lain sebagainya perlu dihindari. “Kita juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari potensi terjadinya kebakaran. Jadi perhatikan dan pastikan dulu, apakah api di kompor masih menyala atau tidak sebelum meninggalkan rumah,” demikian pesannya. (cem)

Tiitle Ads