Diberangkatkan Ilegal dengan Paspor Umrah, PMI KLU Dipulangkan

0
Emawati saat diterima oleh Pemda Lombok Utara usai dipulangkan dengan selamat oleh KBRI

Tanjung (Suara NTB) – Emawati, perempuan asal Desa Selengen, kecamatan Kayangan, berhasil dipulangkan pemerintah usai menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Ema tiba di Tanjung – ruang Kerja Sekda, Jumat, 27 Mei 2022 setelah melalui koordinasi dari Pemkab Lombok Utara ke BP2MI NTB, kemudian diteruskan ke KBRI di Arab Saudi.

Berdasarkan penuturannya di depan Pj. Sekda dan pihak Dinas, Ema mengaku trauma atas kejadian yang menimpanya. Ia berharap, dapat bekerja di negeri orang dengan nyaman dan legal. Namun perlakuan yang ia terima, di luar dugaannya.

‘’Saat berangkat dari bandara (BIZAM), ternyata paspor yang diberikan merupakan paspor umrah,” akunya.

Dari keberadaan paspor itu, ia menaruh curiga kepada pihak PT yang memberangkatkan. Terlebih lagi, proses dari mulai mendaftar hingga berangkat tergolong singkat. Seingatnya, ia menjalani tes medis pada 3 April lalu. Tak lama, ia diberangkatkan ke Jakarta. Empat hari berselang, ia dan beberapa rekan PMI lain diterbangkan ke Arab Saudi. “Dari Lombok banyak juga di sana. Saya juga bertemu orang dari KLU,” imbuhnya.

Membuat dirinya tambah trauma, selama berada di Arab Saudi, ia tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi (HP). Handphone miliknya disita selama 14 hari.

“Saya di sana hanya kerja 14 hari. Saya tak mau lagi berangkat kerja ke luar negeri,” tutupnya seraya berterima kasih atas bantuan pemerintah baik pusat, BP2MI hingga KBRI.

Sementara, Pj. Sekda Lombok Utara, Anding Duwi Cahyadi, S.STP., MM., mengapresiasi upaya dinas terkait dalam proses pemulangan warga KLU korban pemberangkatan PMI ilegal. Terlebih lagi, informasi status keberangkatan Ema telah beredar di medsos.

“Untung saja ada cara, sehingga keberadaannya bisa diketahui dan bisa segera ditindaklanjuti,” ucap Anding.

Usai mendapat informasi masih ada warga KLU dan Lombok pada umumnya di Arab Saudi, pihaknya berharap instansi terkait kembali melakukan penelusuran dan membuat laporan. ‘’Makanya kita minta Emawati menyampaikan cerita yang sebenarnya, tidak kurang, tidak lebih,’’ imbuhnya.

Terakhir, ia menyarankan agar warga KLU lebih berhati-hati terhadap setiap tawaran untuk bekerja di luar negeri. Setiap tawaran agar ditanyakan kembali kepada pemerintah melalui dinas terkait. ‘’Masyarakat agar tidak tergiur dengan janji manis perusahaan ilegal,’’ pesannya. (ari)

Tiitle Ads