Bertahap, Penyaluran Randis Kadus di Loteng

0
Penyerahanan secara simbolis kunci sepeda motor kepada perwakilan kades oleh  Wabup Loteng, H.M. Nursiah, Jumat, 27 Mei 2022. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Penyaluran kendaraan dinas (randis) berupa sepeda motor bagi kepala dusun (kadus) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Ditandai dengan penyerahan secara simbolis sepeda motor dinas kepada perwakilan kepala desa (kades), Jumat, 27 Mei 2022. Penyerahan dilakukan langsung Bupati Loteng, H. L. Pathul Bahri, S.I.P., bersama jajaran usai olahraga pagi di Bencingah Agung Adiguna Praya.

Kepada wartawan, Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, mengatakan pengadaan randis untuk kadus dilakukan secara bertahap. Di mana untuk tahun ini, ada sekitar 800 unit sepeda motor yang akan disiapkan bagi kadus. Sisanya, akan disiapkan pada tahun depan. “Mengingat kondisi anggaran yang terbatas, pengadaan sepeda motor bagi kadus ini dilakukan secara bertahap,” sebutnya.

Ia pun mengingatkan kepada para kadus penerima, bahwa fasilitas randis tersebut bukan semata-mata untuk kadus. Tetapi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat dalam membantu pelayanan kadus kepada masyarakatnya. Harapannya, masyarakat bisa mendapat pelayanan yang maksimal dari kadus setempat.

“Sepeda motor dinas ini untuk masyakarat di kekadusan setempat. Bukan untuk kadus semata-mata,” tegas Pathul seraya menambahkan, Pemkab Loteng mengalokasikan anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk pengadaan sepeda motor dinas kadus tersebut pada tahun ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng, Zaenul Mustakim, menjelaskan, proses pengadaan sepeda motor tersebut dilakukan oleh pemerintah desa masing-masing dan bukan pemerintah kabupaten yang membeli. Pemerintah hanya menyiapkan anggaran untuk pembelian saja yang dititipkan melalui Alokasi Dasa Desa (ADD) tahun 2022.

“Jadi kita hanya siapkan anggarannya saja. Yang berkontrak dengan penyedia itu pemerintah desa. Sepeda motor itu nantinya langsung masuk menjadi aset desa. Sehingga semua tanggung jawab untuk operasional dan perawatan ada di pemerintah desa,” imbuhnya.

Untuk jenis dan tipe sepeda motor desa juga yang akan menentukan. Disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di desa. Jadi bisa jadi jenis dan tipe sepeda motor dinas masing-masing desa berbeda, karena mengikuti kebutuhan dan kondisi desa itu sendiri.

Disinggung proses pengadaan sepeda motor dinas kadus tersebut sejauh ini sudah seperti apa, Zaenul mengatakan di beberapa desa sudah mulai berproses untuk pengadaan. Tapi yang jelas tahun ini sepeda motor dinas kadus untuk tahap pertama sudah harus selesai proses pengadaannya, karena anggarannya sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Yang hari ini (Jumat kemarin,red) penyerahaan sepeda motor dinas oleh Bupati Loteng hanya sebagai simbolis. Bahwa proses pengadaan sepeda motor dinas bagi kadus sudah dimulai untuk tahap pertama tahun ini,” tandas mantan Camat Praya Barat Daya ini. (kir)

Tiitle Ads