Antisipasi Potensi Penghambat Pemberangkatan CJH, PPIH Embarkasi Lombok Gelar Persiapan

0
H. M. Zaidi Abdad

Mataram (Suara NTB) – Persiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) menjadi salah satu fokus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok. PPIH Lombok tidak ingin pada musim haji tahun 2022 ini, pelayanan tidak maksimal, sehingga mengecewakan CJH dan keluarganya.

Untuk itu, di Aula Gedung Namira, UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Ketua PPIH Embarkasi Lombok Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag., Jumat, 27 Mei 2022 memimpin rapat koordinasi yang membahas persiapan masing-masing bidang yang terlibat pada pemberangkatan haji tahun ini. Rakor ini diikuti Dinas Kesehatan NTB, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Angkasa Pura, Dinas Perhubungan, Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Imigrasi, Bea Cukai, Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB.

Ketua PPIH Embarkasi Lombok yang juga Kepala Kantor Kementerian Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB H. M. Zaidi Abdad, menyampaikan beberapa hal penting yang mesti diperhatikan oleh panitia.

Pertama, ujarnya, panitia harus membuat time schedule yang jelas, pasti dan dipasang agar di tempat yang mudah diakses semua panitia. ‘’Karena PPIH terdiri dari berbagai unsur, hendaknya untuk tetap saling koordinasi dan kerjasama yang baik,’’ ujarnya mengingatkan.

Selain itu, tambahnya, panitia daerah harus mengerjakan apa yang perlu dikerjakan dan tidak ditunda. Jika hal ini ditunda dikhawatirkan akan berdampak terhadap pelayanan pada jemaah, sehingga bisa menimbulkan keluhan atau protes pada panitia.

Hal lain yang mesti diperhatikan, lanjutnya, masalah sketsa ruangan penginapan calon jemaah, ruang kerja panitia dan alurnya harus tuntas. Hal ini untuk memudahkan jemaah dan panitia menuju tempat penginapan dan lokasi pekerjaan.

Panitia haji di daerah, mesti mengantisipasi perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pendanaan dengan kesiapan pemberangkatan. Jika sudah ada antisipasi, maka saat ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi, panitia daerah sudah siap.

‘’Mensterilkan pemanfaatan Asrama Haji oleh pihak luar selain calon jemaah haji seminggu sebelum masuknya jemaah harus tuntas. Termasuk kerja sama dan kolaborasi Pemda NTB dan PPIH untuk keamanan, dan kelancaran selama di asrama dan perjalanan ke bandara harus diperhatikan,’’ tambahnya. (ham)

Tiitle Ads