Rektor Kukuhkan Tiga Guru Besar Tetap Unram

0
Rektor Universitas Mataram Prof.  Bambang Hari Kusumo saat menyampaikan ucapan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)  – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., mengukuhkan tiga guru besar tetap Unram dalam Rapat Terbuka Senat Unram, di Gedung Rektorat Unram, Rabu, 25 Mei 2022.

Ketiga Guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Akmaluddin, ST., M.Sc.(Eng.), Ph.D., yang merupakan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil Fakultas Teknik Unram; Prof. Dr. Gito Hadiprayitno, S.Pd., M.Si., yang merupakan guru besar tetap dalam bidang Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram; dan, Prof. Dr. Joni Rakhmat, M.Si., yang merupakan guru besar tetap dalam Bidang Pendidikan Fisika FKIP Unram.

Rektor Unram Prof. Bambang Hari Kusumo dalam pidatonya mengucapkan selamat kepada tiga orang guru besar yang dikukuhkan, juga kepada keluarga masing-masing guru besar yang berbahagia.

Tiga guru besar tetap Unram yang dikukuhkan pada Rabu, 25 Mei 2022. (Suara NTB/ist)

“Momen seperti ini merupakan momen yang berbahagia sekaligus mengharukan, bagaimana tidak, perjuangan 20 tahun melakukan riset tanpa henti, baru bisa berujung untuk meraih guru besar, bahkan perjuangan riset tidak cukup untuk mencapai atau meraih gelar guru besar yang merupakan derajat tertinggi, jenjang fungsional tertinggi, yang diraih oleh insan akademika,” ujar Rektor.

Menurut Prof Bambang, meraih gelar profesor atau guru besar tentunya tidak mudah, juga tidak terlalu sulit. Tidak mudahnya, seseorang harus mengumpulkan minimal 850 poin, tentunya harus disertai dengan pengajaran, penelitian, dan pengabdian.

“Mengapa tidak mudah? Seorang guru besar harus mampu mempublikasikan karya-karya ilmiahnya, baik di jurnal nasional maupun jurnal internasional, terlebih akhir-akhir ini seorang guru besar harus mampu menerbitkan pada jurnal internasional yang bereputasi, tentu itu menjadi tidak mudah, mengingat itu semua butuh usaha ketekunan. Menjadi guru besar, sebenarnya juga tidak terlalu sulit, mengapa? Tidak sulitnya asal dilakukan dengan ikhlas tekun, terus menerus, kontinu, istikamah, insya Allah semua yang sudah bergelar doctor, bisa menjadi guru besar,” jelas Prof Bambang.

Saat ini unram masih memiliki 66 guru besar, dari sekitar 1.200 dosen di Unram. Hal ini mejadi tantangan sendiri. Menurutnya, guru besar mengangkat harkat dan martabat Unram. Salah satunya, Unram bisa beerada di peringkat 24 nasional dari 1.995 perguruan tinggi yang mengikuti klasterisasi. Unram juga berada di urutan 8 peraih dana riset kompetitif nasional. Unram juga berhasil menorehkan berbagai prestasi nasional.

“Semoga Unram semakin jaya ke depan, dan semakin membumi. Kita tidak inginkan Unram menjadi menara gading, tetapi Unram ini menjadi menara air, mata air yang bisa mengairi tanaman dan bermanfaat bagi umat manusia,” harap Prof. Bambang.

Di samping itu, Prof Bambang menuturkan, mulai tahun 2022 ini, Unram membuat satu kebijakan dengan menyediakan jalur penerimaan mahaiswa baru untuk yang masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dan pintar. “Sehingga nanti jalur masuk ke Fakultas Kedokteran, dan beberapa program studi lainnya bisa untuk mereka. Akan ada subsidi silang, bagi mereka yang mampu secara ekonomi dan kurang mampu secara ekonomi. Program ini mulai tahun 2022, kurang lebih berjalan selama empat tahun ke depan, diharapkan ini mampu memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., yang mewakili Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Unram dengan bertambahnya guru besar. “Mudah-mudahan dengan kehadiran guru besar ini berkontribusi positif sebagai akselerasi pembangunan di NTB. Selain itu, apa yang disampaikan oleh rektor untuk kerja sama, tentu akan kami sambut positif. Prestasi Unram di bidang penelitian tentu jadi aset berharga,” ujarnya.

Acara pengukuhan diawali dengan penyampaian pidato pengukuhan dari masing-masing guru besar yang dikukuhkan. Prof. Akmaluddin, ST., M.Sc.(Eng.), Ph.D., membawakan pidato berjudul Rekayasa Elemen Struktur Beton pada Konstruksi Bangunan Gedung.  Prof. Dr. Gito Hadiprayitno, S.Pd., M.Si., menyampaikan pidato berjudul Strategi Pendidikan Konservasi Otus jolandae: Burung Hantu Endemik Pulau Lombok. Dan, Prof. Dr. Joni Rakhmat, M.Si., menyampaikan pidato berjudul Model Pembelajaran Kausalitik (untuk Pembelajaran IPA Kontekstual Berbasis Ekowisata).

Acara pengukuhan ditandai dengan penerimaan naskah pidato para guru besar dan pengalungan gordon guru besar oleh Rektor Unram yang didampingi Sekda NTB dan Ketua Senat Unram. Dilanjutkan dengan pengukuhan guru besar oleh Rektor Unram.

Pengukuhan guru besar ini juga dihadiri oleh Ketua Senat Unram, sekretaris senat, anggota senat, pimpinan Unram dan para pejabat, para guru besar, dan tamu undangan lainnya.

Acara ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada guru besar yang dikukuhkan. Para guru besar didampingi istri menerima ucapan selamat dari para hadirin acara tersebut. (ron/*)

Tiitle Ads