Jangan Menumpuk di Akhir Tahun

0
Abd Rachman. (Suara NTB/fit)

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., mengapresiasi ketegasan Walikota Mataram yang memerintahkan OPD agar tidak menumpuk pekerjaan di akhir tahun. ‘’Ya memang itu yang kita harapkan dari Pemkot Mataram saat ini agar bisa mendistribusikan atau melaksanakan program-program kegiatan yang bersifat fisik agar dikerjakan maksimal triwulan ketiga,’’ ungkapnya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu, 25 Mei 2022.

Belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu, katanya, banyak sekali program fisik yang dikerjakan akhir tahun. Sehingga, hasil dari program-program tersebut tidak maksimal. Mengingat jangka waktu yang relatif pendek, ditambah dengan datangnya musim hujan. ‘’Ini membuat program-program fisik itu menjadi terlambat dikerjakan. Tidak sesuai dengan waktu pelaksanaan,’’ cetusnya.

Calon Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini berharap ada inovasi, bahwa Pemkot mau merubah pola kerja yang biasanya ditumpuk di akhir tahun, bisa dijadwalkan di triwulan ketiga. Hal ini dimaksudkan, supaya hasil dari program-program tersebut, maksimal. ‘’Memang kami dorong dari awal, bahwa Pemkot harus mulai memikirkan langkah-langkah yang paling baik untuk hasil yang maksimal dalam program-program fisik tersebut,’’ demikian Rachman.

Rachman mengatakan, keterlambatan pelaksanaan program fisik di Kota Mataram tidak terlepas dari penyerapan APBD yang tidak maksimal di triwulan pertama dan kedua. ‘’Di triwulan ketiga biasanya baru terjadi penyerapan anggaran yang maksimal,’’ imbuhnya. Sehingga, kebanyakan program-program fisik itu dilakukan di triwulan keempat.

Kondisi ini, sambung Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram ini, menuntut peran aktif dari OPD-OPD yang membawahi pendapatan daerah agar lebih aktif. Supaya, serapan anggaran bisa maksimal di triwulan pertama maupun kedua. Baik dari segi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan lain sebagainya. ‘’Karena dari BKD (Badan Keuangan daerah) sendiri, kita lihat PBB itu dilakukan pembayaran itu akhir September. Karena kalau September itu sudah triwulan ketiga. Jadi, kalaupun serapan PBB itu dilakukan, atau maksimal masuk di Bulan September, ya tentunya, program yang membutuhkan banyak anggaran, tidak bisa dikerjakan triwulan ketiga karena anggaran yang belum tersedia. Itu kebiasaan yang terjadi,’’ ungkap Rachman.

‘’Makanya, harapan kami ada inovasi yang dikembangkan oleh Pemkot Mataram sendiri, bagaimana serapan anggaran, agar dari semua sektor itu bisa dilakukan di triwulan pertama dan kedua. Sehingga pekerjaan yang membutuhkan anggaran, bisa dilaksanakan paling tidak di triwulan ketiga. Supaya program-program itu hasilnya maksimal,’’ pungkasnya. (fit)

Tiitle Ads