Jadi Pemateri di Ajang KSAN 2022, Bupati Paparkan Kiat KSB Sukses Tuntaskan 5 Pilar STBM

0
Bupati H. W. Musyafirin (dua kiri) saat menjadi pembicara di Talkshow KSAN 2022 (ist)

DOKTOR H. W. Musyafirin, MM kembali berkesempatan berbicara di salah satu kegiatan nasional. Kali ini Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu ditunjuk sebagai salah satu pemateri pada acara talkshow Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KASN) tahun 2022 yang digelar oleh Kementerian Bappenas RI.

Kegiatan berlangsung di Swiss Hotel Jakarta PIK, avenue Pantai Indah Kapuk, Rabu, 25 Mei 2022. Kegiatan KASN ini merupakan ajang komunikasi dan advokasi terbesar di sektor sanitasi dan air minum skala nasional. Acara tersebut dirancang untuk meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan untuk mencapai target 100% akses air minum dan sanitasi aman serta berkelanjutan.

Bupati H. W. Musyafirin menerima cinderamata dari Kementerian Bappenas RI (ist)

Bupati KSB, H. W. Musyafirin sendiri bukan tanpa alasan diminta sebagai salah satu nara sumber dalam acara itu. Bersama tiga kepala daerah lainnya, yakni Walikota Palembang Harnojoyo, Walikota Ternate Dr. M. Tauhid Soleman, dan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, mereka dinilai sebagai kepala daerah yang telah sukses melaksanakan kegiatan pengelolaan sanitasi dan air minum.

Talkshow yang dimoderatori Aiman Wicaksono tersebut, diikuti 300 peserta dan lebih dari 500 peserta secara luring, yang berasal dari 34 provinsi. Peserta tidak hanya berasal dari lembaga pemerintah saja, tapi juga lembaga non pemerintah, swasta, NGO, dan masyaraat sipil. Setidaknya sebanyak 60 lembaga mitra pembangunan non pemerintah yang menjadi rekan dalam program sanitasi dan air minum nasional ini. Hal tersebut  sesuai laporan Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Bappenas Ir. J. Rizal Primana, M.Sc

Dalam diskusi yang mengambil topik Horisontal Learning, para Bupati dan Walikota diminta untuk menyampaikan kisah suksesnya dalam penyelenggaraan sanitasi dan air minum di daerahnya masing-masing. Dalam kesempatan itu, Bpati KSB saat diberi kesempatan berbicara mengawali penyampaiannya dengan mengulas tentang bagaimana kesuksesan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam menuntaskan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Menurut Bupati, KSB adalah Pemda pertama di Indonesia yang telah berhasil menuntaskan 5 Pilar STBM. Di mana pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai dari Stop Buang Air Besar Sembarangan (Tubabas), Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan terakhir Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga. “Menuntaskan sanitasi dan pengelolaan air minum memang berat. Tetapi dengan adanya komitmen, kerja partisipatif, kolaboratif, Alhamdulillah, hal yang kita anggap mustahil akhirnya bisa kami tuntaskan,’’ cetusnya.

Bupati mengungkapkan, kunci dari suksesnya penuntasan 5 Pilar STBM di KSB tidak lepas dari partisipasi seluruh elemen dan masyarakat secara luas. Dan satu lagi terpenting kehadiran instrumen Program Daerah Gotong Royong (PDPGR) yang diprakarsasi pemerintah secara formal dalam bentuk kelembagaan sebagai penggerak kerja untuk memuluskan pencapaian tiap pilar STBM.

‘’Kami mulai dengan program jambanisasi sebagai wujud penuntasan pilar pertama (STBM) di tahun 2016. Awalnya kita lihat berat, tapi dengan kerja partisipatif yang dimotori para agen PDPGR dibantu aparat TNI/Polri dan masyarakat juga dilibatkan. Dalam waktu kurang setahun semua rumah punya jamban standar,’’ paparnya.

Mendengar pemaparan Bupati, Aiman sebagai moderator terkejut. Baginya menuntaskan ribuan jamban dalam waktu kurang dalam 1 tahun sangat luar biasa. Apalagi sambungnya, dana yang digelontorkan pemerintah sangat terbatas namun hal itu tidak membuat putus asa Pemda KSB melaksanakan programnya.

‘’Tadi Pak Bupati bilang, itu uangnya (dananya) kecil. Terus bagaimana bisa menyelesaikannya. Ternyata dikerjakan bergotong royong. Ini baru saya dengar dan ini sangat luar biasa, bisa menginspirasi daerah lain tentunya,’’ sambung Aiman sembari meminta para hadiri bertepuk tangan atas ide Bupati KSB itu.

Selanjutnya Bupati menambahkan, guna mempertahankan pencapaian yang telah diraih. Program STBM saat ini oleh Pemerintah KSB tidak semata sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan. Lebih dari itu STBM sebagai hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi. ‘’Ketika ini sudah dijadikan sebagai hak dasar masyarakat, maka dia akan setara dengan kebutuhan lainnya seperti pendidikan, kesehatan. Dan artinya pemerintah akan memprioritaskan anggaran untuk menuntaskan program tersebut di tengah masyarakat,’’ tandasnya.

Menutup penyampaiannya, Bupati menyatakan, untuk mencapai sesuatu harus memiliki keberanian memulainya. Selain itu dibutuhkan juga inovasi tanpa harus mengesampingkan kearifan lokal masyarakat. ‘’Kami di KSB gotong royonng sebagai kearifan lokal kami jadikan batu pijakan berinovasi dalam membangun,’’ imbuhnya.(*)

Tiitle Ads