Di Tengah Pandemi, Bank Wakaf Mikro Tetap Eksis Perangi Rentenir

0
Nasabah BWM Atqia sedang melakukan halaqah mingguan dalam rangka menguatkan komitmen berusaha dan menjadi nasabah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020 lalu melumpuhkan banyak sektor ekonomi dan keuangan. Namun Bank Wakaf Mikro (BWM) yang ada di daerah ini tetap eksis, bahkan nasabahnya cenderung berkembang. Salah satunya BWM Atqia di  Pondok Pesantren Almansyuriah Taklimusshibyan Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Pengelola BWM Atqia Dr. Baiq Mulianah mengatakan, pihaknya tetap mengucurkan pinjaman untuk para nasabahnya yang notabene berasal dari kalangan super mikro. Awalnya, jumlah pinjaman yang bisa diakses hanya Rp 1 juta perorang. Namun setelah pinjaman bergulir dan berjalan dengan lancar, jumlah pinjaman naik menjadi Rp 2 juta hingga Rp 3 juta perorang.

“Kita juga men-create semua nasabah BWM Atqia itu memiliki asuransi, kita sedang komunikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Itu kan ada program kepesertaan untuk pekerja non formal, sehingga dengan pola ini akan lebih banyak manfaat yang bisa dicover oleh nasabah,” kata Baiq Mulianah kepada Suara NTB, Kamis, 26 Mei 2022.

Ia mengatakan, penerima manfaat dari program BWM ini lebih dari seribu orang di sejumlah desa di Kcamatan Praya Barat, namun saat ini jumlah nasabah yang masih dilayani sebanyak 800-an orang nasabah.

“Kita masih tetap bertahan, karena masih tetap konsisten dengan tujuan dan fungsi Bank Wakaf ini,” terangnya.

Ia mengatakan, saat ini masyarakat di Kecamatan Praya Barat banyak yang antre untuk kegiatan Pelatihan Wajib Kelompok (PWK). Warga yang sudah melewati PWK ini menjadi syarat mengajukan pinjaman di BWM dan menjadi nasabah. Namun kekurangan sumberdaya masih menjadi kendala.

Karena itulah, mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN nantinya diharapkan menjadi pendamping atau supervisor dalam program ini, sehingga penerima manfaat BWM akan lebih banyak lagi.

BWM sendiri merupakan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo dan dilaksanakan oleh OJK. Tujuannya untuk membangun ekosistem inklusi keuangan syariah di lingkungan pesantren.

Selain itu, kehadiran BWM juga diharapkan dapat memberantas rentenir yang selama ini sangat memberatkan masyarakat karena tingginya bunga yang diberikan dan pola pembayaran yang sangat memberatkan masyarakat.

BWM Atqia diresmikan oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, 20 Februari 2020. Peresmian BWM  yang pertama kali di Bali dan Nusa Tenggara ini diharapkan akan sangat membantu pesantren-pesantren dalam menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya.(ris)

Tiitle Ads