Tunggu Pengumuman Kelulusan, PPDB Tingkat SD di Lobar Belum Dibuka

0
Alwi. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar di kabupaten Lombok Barat belum dimulai. Pihak sekolah baru akan memulai pengumuman PPDB, kalau pengumuman serentak kelulusan siswa dan siswi diputuskan serta dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar. Saat ini, sekolah sedang menunggu kepastian pengumuman serentak dari Dikbud tersebut.

Kepala SDN 2 Kuripan Alwi SPd, menerangkan, ujian satuan pendidikan sudah selesai digelar tanggal 23 April lalu. Dalam pelaksanannya, merujuk pada teknis pelaksanaan ujian satuan pendidikan. SDN 2 Kuripan tetap menerapkan protokoler kesehatan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga dan langkah antisipasi. Selain itu, peserta ujian menggunakan seragam sekolah sesuai tata tertib yang berlaku.

“Selama 7 hari yang dimulai tanggal 18 hingga 23 April, jauh hari sebelum ujian, sudah disiapkan perlengkapan Masker, Hand Sanitizer, tempat cuci tangan serta menjaga jarak,” jelasnya.

Tujuan diadakannya ujian sekolah adalah untuk mengukur kompetensi siswa serta telah  menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Selain itu, peserta mengikuti seluruh mata pelajaran yang diujikan. “Minimal mereka memperoleh nilai baik untuk setiap mata pelajaran,” ujarnya.

Ujian ini jelas Alwi, diikuti seluruhnya oleh 43 siswa yang terbagi menjadi tiga ruangan. Selama proses pelaksanaannya berlangsung satu Minggu mulai dari hari Senin hingga Sabtu, semuanya berjalan lancar dan aman tidak ada kendala.

Selanjutnya untuk pengolahan masalah nilai akan diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah, termasuk penentuan kelulusannya. Namun, indikatornya juga akan dihimpun dari nilai saat ujian semester lV semester V dan semester enam. Ini yang akan digabung juga dengan nilai ujian sekolah.”Karena ini sudah diserahkan ke pihak sekolah masing masing, Insya Allah kita prioritaskan lulus semua,” tegasnya.Menurutnya, dalam implementasi ujian satuan pendidikan kata dia, untuk semua kelengkapan materi soal yang diujikan, semua dicetak oleh pihak sekolah. Demikian juga dalam pelaksanaannya juga diawasi oleh guru setempat.

“Selama ujian kemarin, melibatkan pengawas pembina dari masing masing masing Kecamatan,” terangnya.

Hingga pada pelaksanaan ujian, pihaknya menyediakan 9 mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Agama, IPA, IPS, Matematika, Mulleb, SBDP dan Penjaskes.”Materi soal ujian kami siapkan semuanya,” ungkap Alwi.

“Kalau kita di sekolah mengharapkan anak anak bisa lulus semua. Dan yang lebih penting lagi bahwa, agar anak anak nantinya bisa melanjutkan ke jenjang SMP ataupun Tsanawiyah,” pungkasnya. (her)