Pemkot Mulai Terapkan PTM Penuh

0
Sejumlah murid Madrasah Ibtidaiyah Ishlahul Muta’allim Karang Genteng hendak menyeberangi jalan usai pembelajaran di sekolah, Selasa, 24 Mei 2022. Pemkot Mataram mulai menerapkan PTM penuh. Kebijakan ini seiring nihilnya kasus Covid-19 dan Mataram lima kali berturut-turun PPKM level I. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh sejak Selasa, 24 Mei 2022. Kebijakan ini seiring melandainya kasus corona virus disease atau Covid-19 dan  ditetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level I.

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menerangkan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 27 Tahun 2022 dan dari hasil evaluasi Satgas Covid-19 Nasional menempatkan Kota Mataram pada PPKM level I. “Mataram sudah lima kali mempertahankan PPKM level I,” kata Nyoman dikonfirmasi, Selasa, 24 Mei 2022.

Hal ini paralel dengan yang disampaikan Presiden RI, H. Joko Widodo yang memberikan relaksasi terkait persoalan pandemi Covid-19. Situasi ini dijadikan acuan oleh Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana untuk mulai menerapkan PTM penuh untuk tingkat taman kanak-kanak TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Kajian-kajian teknis dari jajaran Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, dan stakeholder di Kota Mataram telah memberikan masukan. “Dari rapat koordinasi Senin kemarin, Pak Wali sudah mendapatkan informasi cukup sehingga memutuskan untuk menyelenggarakan PTM penuh,” terangnya.

Untuk kegiatan sosial kemasyarakatan lanjutnya, selama status pandemi belum dicabut maka protokol kesehatan sebagai pencegahan penularan virus corona harus tetap dilaksanakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir mengatakan, menindaklanjuti hasil rapat koordinasi  memutuskan boleh dilaksanakannya PTM penuh di sekolah. Beberapa hal yang mendasari keputusan tersebut adalah, kasus Covid-19 di Mataram sejak sebulan terakhir 0 persen dan suspect hasilnya negatif. Alasan lainnya murid telah memulai aktivitas sedia kala dalam proses belajar mengajar. “Dari hasil rakor bersama Pak Wali sudah diperbolehkan untuk PTM penuh di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Untuk menyambut kebijakan itu, Disdik telah menginstruksikan seluruh sekolah negeri dan swasta untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di sekolah, infrastruktur, dan sarana prasarana untuk kesuksesan PTM penuh tersebut. Sebagai bentuk pencegahan penularan virus corona, juga disiapkan alat-alat seperti masker, handsanitizer, tempat cuci tangan, dan alat pengecek suhu tubuh. (cem)