Imigrasi Mataram Deportasi Warga Malaysia Setelah “Overstay” Lebih Tiga Tahun

0
Seorang perempuan warga negara Malaysia berinisial EYJ (kanan) saat dideportasi melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram mendeportasi seorang perempuan berinisial EYJ (23 tahun) warga negara Malaysia pada Rabu, 25 Mei 2022. Didampingi petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, EYJ terbang dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur. EYJ dideportasi setelah didapati overstay lebih dari tiga tahun oleh petugas imigrasi.

Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Cok Raditya menjelaskan bahwa overstay merupakan kondisi orang asing tinggal di Indonesia melebihi izin tinggal yang diberikan kepadanya. “Yang dimaksud overstay adalah orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada di dalam wilayah Indonesia,” tuturnya.

Berawal dari Laporan Masyarakat

Cok menjelaskan bahwa awal mula diketahuinya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. “Kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat, dan berdasarkan laporan tersebut tim kami pada tanggal 25 April 2022 bergerak cepat mencari keberadaan EYJ, yang pada akhirnya diketahui berada di wilayah Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cok menjelaskan bahwa EYJ bersikap kooperatif pada saat didatangi petugas imigrasi, serta bersedia menunjukan paspor miliknya. “Pada saat kami memeriksa paspor EYJ diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan pemegang Bebas Visa Kunjungan yang berlaku 30 hari sejak tanggal kedatangan pada 11 November 2018. Hal tersebut menunjukkan yang bersangkutan telah overstay lebih dari tiga tahun,” ujarnya.

Mengedepankan Aspek Humanis dalam Penegakan Hukum

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, EYJ terbukti melanggar pasal 78 ayat 3 Undang Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Cok menjelaskan bahwa walaupun EYJ terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian, kepada yang bersangkutan tetap diperlakukan secara humanis sembari menunggu proses deportasi.

“Kepada EYJ tidak kami lakukan pendetensian mengingat yang bersangkutan sangat kooperatif serta EYJ memiliki tanggungan anak kecil yang masih berusia 3 tahun yang tentunya masih memerlukan kasih sayang dan perhatian orang tua,” tuturnya.

Cok juga menegaskan, walaupun tidak dilakukan pendetensian terhadap EYJ namun proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Yang bersangkutan tetap menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, kami juga sudah berkoordinasi ke Kedutaan Besar Malaysia, dan pada hari ini yang bersangkutan sudah dideportasi kembali ke negaranya melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid,” jelasnya. (fan/*)

Tiitle Ads