Diduga Sengaja Dihilangkan dari Neraca, Pemda Minta APH Usut Tuntas Kasus Aset di Senteluk

0
H. Fauzan Husniadi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Aset daerah seluas puluhan are di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar diduga dijual oknum. Bahkan tiba-tiba terhapus dari neraca aset milik Pemkab Lobar. Diduga aset ini sengaja dihilangkan dari neraca untuk memuluskan proses jual beli. Hal inipun sedang dalam penanganan pihak aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

Kepala BPKAD Lobar H. Fauzan Husniadi yang dikonfirmasi terkait persoalan aset ini, menyusul aksi gabungan LSM Lobar melakukan aksi untuk mendesak Kejaksaan mengusut kasus ini. Fauzan mendukung langkah gabungan LSM, dan meminta kepada APH untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kami mendukung, dan kami minta agar kasus ini diusut tuntas oleh Kejari,” kata Fauzan, Selasa, 24 Mei 2022.

Dikatakan, sengkarut aset itu bermula ketika aset itu dihilangkan dari neraca Pemda. Tanah itu hilang di neraca, tapi siapa yang menghilangkan itu kita tidak tahu. Tapi sebelumnya, tahun 2011 data aset itu masih ada.

Ia mengungkapkan jika kini lahan itu sudah beralih fungsi menjadi kompleks. Bahkan sudah tersertifikatkan atas nama orang lain.

Menurutnya ia bersama jajaranya di BPKAD sudah dipanggil oleh APH untuk dimintai keterangan. Termasuk para pegawai dan pejabat semasa BPKAD masih bernama Kantor Aset. Karena diduga aset itu dijual kisaran dari tahun 2012-2015. “Sudah disertifikatkan kalau tidak salah dan sudah dibangun,” bebernya.

Pihaknya juga telah menyerahkan data dokumen aset itu kepada pihak kejaksaan yang sedang menangani masalah ini. Pihak berwajib jelas dia, merunut permasalahan itu dari tahun 2003, ketika ada SK persetujuan pelepasan aset beberapa titik oleh kepala kepala kantor aset saat itu. Pelepasan itu dengan cara dijual atau diruislag. “Yang ditanya APH itu kalau diruislag itu, (lahan) ruislagnya di mana ? Kalau dijual mana bukti setor ke kas daerah. Itu permasalahannya?” bebernya.

Pihaknya menduga oknum itu berani menjual aset daerah ketika mengetahui tanah itu terhapus dari neraca aset. Disinggung terkait dugaan ada oknum pejabat yang terlibat atas dugaan penjualan aset itu, Fauzan mengaku belum mengetahui. Namun pemeriksaan masih dilakukan Kejari termasuk para pejabat dan mantan pejabat yang menjabat ketika masih berstatus Kantor Aset. (her)

Tiitle Ads