Desa Mareje Dibantu Dana Keserasian Sosial dari Kemensos

0
Aparat Polri dan TNI bersama masyarakat gotong royong mengerjakan perbaikan rumah warga Mareje. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Desa Mareje dan Pemda Lombok Barat (Lobar) mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bantuan diberikan berupa dana keserasian sosial  untuk Dusun di Desa Mareje sebesar Rp150 juta. Dan satu unit mobil trailer dapur umum untuk Pemkab Lobar. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan satu unit mobil rescue untuk Pemprov NTB.

Penyerahan bantuan itu dilakukan saat kunjungan kerja khusus 11 anggota Komisi VIII DPR RI ke Kantor Pemkab Lobar, Senin, 23 Mei 2022. Kunjungan tersebut diterima Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi bersama Forkopimda NTB, Forkopimda Lobar serta Kepala OPD lingkup Pemkab Lobar di Ruang Rapat Jayengrana Kantor Bupati Lobar.

Turut mendampingi DPRRI Komisi VIII  Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama RI Supriyadi, Direktur Perlindungan Sosial  Korban Bencana dan Non Alam Kemensos Mira Riyati Kurniasih dan Direktur BNPB Optimalisasi Jaringan Logistik dan Peralatan, Ibnu Ansur.

Komisi VIII turun ke Lobar  untuk menyerap aspirasi masyarakat dan juga pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan kehidupan beragama, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan program modernisasi beragama yang merupakan salah satu program prioritas nasional sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII Diyah Pitaloka, menyebutkan Indonesia dengan keanekaragaman budaya, agama suku, bahasa,  yang dimilikinya merupakan fungsi kekuatan bangsa dan menunjukkan karakteristik bangsa yang dimiliki masyarakat multikultural. Keanekaragaman tersebut juga mejadi rahmat tersendiri bagi bangsa Indonesia jika dikelola dan ditata dengan baik untuk kemajuan pembangunan nasional dan keutuhan bangsa.

Pihaknya, kata dia, ingin mendengarkan penjelasan dan melihat langsung situasi kehidupan situasi kehidupan keagamaan dan pluralitas budaya di Kabupaten Lobar, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan program moderenisasi beragama yang merupakan salah satu program prioritas nasional saat ini.

Pihaknya juga mendorong percepatan perbaikan rumah warga yang masih dalam proses pengerjaan, termasuk perlengkapannya juga disiapkan. Begitu juga KTP, sertifikat dokument Kependudukan lainnya pemda harus membantu semuanya.

Sementara Sekda Lobar H. Baehaqi mengatakan masalah di Mareje terjadi, karena miskomunikasi dan semuanya sudah selesai. “Rabu lalu kita sudah gelar selamatan roah rapah yang di hadiri oleh Gubernur,  Kapolda,  Danrem,  Bupati, Wakil Bupati dan Forkopimda Provinsi dan Lombok Barat, ” ujar Baehaqi.

Untuk tiga orang yang masih ada di hotel rencananya akan dipulangkan Rabu mendatang kecuali rumahnya yang tidak layak masih diinapkan di hotel. Sementara itu, pengerjaan perbaikan rumah warga dipastikan meleset dari target awal diselesaikan selama dua pekan. Pasalnya sudah memasuki 10 hari, pengerjaan perbaikan belum signifikan. “Kami meminta kepada BPBD, dan Dinas PU kalau bisa dikebut lah, diprioritaskan. Karena progresnya lambat sekali,” tegas dia. (her)

Tiitle Ads