Personel BKO Mulai Ditarik, Progres Perbaikan Rumah Warga Mareje Lambat

0
Rumah warga Mareje yang dirusak sedang diperbaiki. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Satuan Tugas (Satgas) penyelesaian konflik Mareje melakukan rapat membahas beberapa masalah, salah satunya penyelesaian perbaikan rumah warga. Rapat dipimpin Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, bersama Kapolres AKBP Wirasto Adi Nugroho dan jajaran TNI.

Dalam kesempatan itu, Bupati memerintahkan OPD terkait yang terlibat penanganan rumah warga mempercepat perbaikan rumah tersebut. Karena hasil pantauan tim, pengerjaan perbaikan rumah warga itu masih lambat. Padahal sudah memasuki 17-18 hari pascakejadian kesalahpahaman.

Sedangkan dari pihak aparat mulai menarik personel BKO dari unsur TNI polri yang sebelumnya disiagakan di daerah itu. Penarikan personel ini atas dasar pertimbangan kondisi sudah kondusif. Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho mengatakan penanganan masalah di Mareje sudah memasuki 17 hari pascakejadian akibat kesalahpahaman warga. Kondisi lapangan sudah kondusif, sehingga penempatan personel BKO baik dari unsur TNI, Polri, Brimob, Dalmas mulai ditarik.

“Informasi lapangan sudah kondusif dan karena penugasan BKO ada waktunya. Sprin nya sampai tanggal 20 Mei. Rencananya mulai hari Minggu pelan-pelan kita tarik BKO, dari TNI, brimob dalmas itu mulai kita tarik. Nanti yang tetap berjaga di sana dari Polres saja. Tetap kita amankan karena masih tahap pemulihan,” jelas Kapolres Lobar akhir pekan kemarin.

Personel BKO ditarik karena kondisi sudah kondusif. Namun anggota dari Polres tetap disiagakan di lokasi. Karena beberapa yang belum diselesaikan. Salah satunya penanganan pemulihan rehabilitasi rumah warga. “Karena itu kami meminta kepada BPBD, dan Dinas PU kalau bisa dikebut lah, diprioritaskan. Karena waktu sudah 17 hari, tapi progresnya lambat sekali,” tegas dia.

Ia melihat penyebab penanganan rumah belum terkejar, tukang masih kurang. Padahal pihaknya perbantukan 10 Personel setiap hari, namun tidak bisa terkejar. “Harus dikerahkan tukang,” ujarnya. Sebab lanjut dia, penanganan rumah Warga di bawah atensi Kapolri dan pusat. Sebab kata Kapolres, konsen pemerintah pusat adalah rehabilitasi rumah warga pascakejadian. “Kami sampaikan target dua Minggu, tapi kalau melihat progresnya ini, dua Minggu tidak akan terkejar,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid memerintahkan kepada kepala OPD terkait mempercepat perbaikan rumah warga Mareje. Karena pada tanggal 23 Mei nanti DPR RI komisi VIII akan turun ke Mareje. Pihaknya sudah menerima suratnya, bahwa 12 anggota Komisi VIII akan mengecek penanganan Mareje. “Karena itu, rumah itu harus secepatnya ditangani, paling tidak sudah naik atapnya,” tegasnya. Ia meminta agar OPD meningkatan koordinasi, supaya bisa lebih cepat. Termasuk OPD harus menambah pekerja yang memperbaiki rumah warga. (her)

Tiitle Ads