Kampung Lobster, 98 KK Warga Telong-Elong akan Direlokasi

0
Rumah di warga Telong-Elong yang akan direlokasi. Relokasi dilakukan untuk pembangunan Kampung Lobster. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 98 Kepala Keluarga (KK) warga Telong-Elong Jerowaru yang berada di sepanjang sempadan pantai bakal direlokasi. Pemkab Lombok Timur (Lotim) sedang mempersiapkan pembebasan lahan seluas 1,5 hektar sebagai lokasi relokasi.

“Sepanjang sempadan pantai Telong-Elong ini tidak boleh kumuh,” terang Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Purnama Hadi menjawab Suara NTB pekan lalu.

Disampaikan, proses relokasi akan dimulai tahun 2022 ini. Tahap pertama ini akan direlokasi sebanyak 36 KK, sisanya 62 KK akan dilakukan tahun 2023 mendatang.   “Tahun, masih dalam proses pembebasan lahan dulu,” urainya.

Anggaran pembebasan lahan sendiri ada di Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim. Lokasi tempat rumah warga Telong-Elong yang baru ini berada tidak jauh dari huniannya sekarang. “Lokasinya sebelah kanan dari dermaga Telong-Elong sekarang,” sebut Purnama.

Adapun nilai rumah baru yang akan dibangunkan Dinas Perkim Rp 50 juta per unit. Lokasi baru tempat warga Telong-Elong ini diyakinkan bisa lebih bersih dan asri serta jauh dari kesan kumuh seperti yang terlihat saat ini.

Ditambahkan, kegiatan relokasi dilakukan karena kawasan Pantai Telong-Elong ini akan ditata menjadi  bagian dari Kampung Lobster yang bersih dan asri. Semua rumah warga yang berada di sepanjang bibir Pantai Telong-Elong akan dirusak dan kawasan ini menjadi indah.

Proses penataan Kampung Lobster sendiri  sudah mulai dilakukan. Dermaga dan tanah 1 hektar sudah diserahkan ke Kementerian kelautan dan Perkanan untuk pembangunan sarana dan prasarana bidang perikanan. Masyarakat pembudidya lobster, mulai dari pembibitan, pakan, pengemasan, dan pemasaran lobster akan difasilitasi.  (rus)

Tiitle Ads