Pemprov NTB Pertahankan Opini WTP Ke-11

0
Kepala Perwakilan BPK NTB, Ade Iwan Ruswana bersama  Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Sekda NTB, H.L.Gita Ariadi  dan para pimpinan DPRD NTB, foto bersama usai penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemprov NTB tahun 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB dalam acara Rapat Paripurna DPRD NTB dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemprov NTB tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor DPRD NTB, Jumat, 20 Mei 2022.

LHP tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK NTB Ade Iwan Ruswana, SE, MM, kepada Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda serta kepada Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah disaksikan oleh seluruh anggota DPRD NTB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pimpinan OPD dan pihak terkait lainnya.

Kepala Perwakilan BPK NTB Ade Iwan Ruswana mengatakan, BPK kembali memberikan opini WTP berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pihaknya atas laporan keuangan Pemprov NTB 2021. Dengan demikian Pemprov NTB telah berhasil mendapatkan dan mempertahankan opini WTP yang yang ke 11 kalinya secara berturut-turut yaitu dari tahun 2011 – 2021.

“Saya ucapkan selamat kepada Pemprov NTB yang telah berhasil mempertahankan opini WTP yang ke 11 kali berturut-turut. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov NTB beserta jajaran OPDnya terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Dan tentu tak terlepas dari sinergi yang efektif terhadap seluruh pemangku kepentingan di Provinsi NTB,” ujarnya.

BPK menyampaikan LHP atas laporan keuangan Pemprov NTB tahun 2021yang terdiri dari dua buku yaitu LHP atas laporan keuangan dan LHP atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Selain melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan, BPK juga melaksanakan pemeriksaan kinerja atas upaya Pemda untuk menanggulangi kemiskinan di tahun 2021. Dimana LHP-nya berupa Long Form Audit Report atau LFAR. Pemeriksaan kinerja ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pemeriksaan LKPD Pemprov NTB tahun 2021.

“Ini dilaksanakan dalam upaya memberikan nilai tambah dan manfaat kepada masyarakat atau laporan hasil pemeriksaan LKPD yang diterbitkan BPK. Sehingga pemerintah diharapkan tidak hanya mengejar opini WTP terkait laporan penyajian laporan keuangan, tetapi juga akan terdorong untuk mengelola sumberdaya yang ada semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BPK NTB juga menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah (IHPD) tahun 2021 kepada ketua DPRD NTB dan Gubernur NTB. IHPD tersebut berisi ringkasan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK Perwakilan NTB selama tahun 2021.(ris)

Tiitle Ads