DMI Award NTB, Masjid Leneng Wakili Loteng

0
Masjid Nurul Islam Leneng jadi wakil Loteng pada DMI Award NTB. Tampak kegiatan pengajian umum dan penggalanan dana oleh jemaah masjid.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Masjid Nurul Islam Leneng Praya, bakal menjadi wakil Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam penilaian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Award tingkat Provinsi NTB tahun 2022. Pengurus Masjid Leneng pun menegaskan kesiapaanya untuk menjadi wakil Loteng pada ajang DMI Award tersebut. Semua kebutuhan dan persyaratan administrasi pun sudah disiapkan.

“Terakhir, sebagai persiapan kita sudah mengirim semua dokumen serta persyaratan administrasi secara online,” ungkap Sekretaris Pengurus Masjid Leneng, Praya, Amjar Iswara, Jumat, 20 Mei 2022.

Masjid Leneng sendiri saat ini terus didorong tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa menjalankan banyak fungsi dan peran. Utamanya fungsi sosial, pendidikan hingga ekonomi. Di mana untuk fungsi sosial, Masjid Leneng mengembangkan beberapa program unggulan. Salahnya satunya, nol kas untuk satunan anak yatim dan kaum dhuafa setiap bulan.

Jadi setiap bulan donasi yang dikumpulkan dari jemaah masjid disalurkan seluruhnya kepada anak yatim yang ada dilingkungan Leneng dan sekitarnya. Tidak boleh ada kas tersisa setiap bulannya. Dengan anak yatim rata-rata menerima santunan antara Rp300 sampai Rp400 ribu per bulan.

“Berapa pun donasi untuk anak yatim harus habis setiap bulannya. Tidak boleh disisakan,” terangnya. Untuk membedakan donasi untuk anak yatim, pengurus Masjid Leneng menyiapkan kotak amal khusus yang sudah diberikan tanda, arah penggunaannya.

Jadi bagi jemaah yang mau menyumbang untuk anak yatim, tinggal memasukkan ke kotak amal anak yatim. Begitu juga bagi yang mau menyumbang ke kaum dhuafaa, kegiatan pembangunan masjid serta operasional masjid sudah disiapkan kotak amal khusus tersebut. Dengan begitu, donasi untuk masing-masing jenis donasi sudah jelas jumlahnya. Itulah yang kemudian disalurkan sesuai peruntukannya.

“Jadi donasi untuk anak yatim tidak boleh digunakan untuk yang lain. Begitu pula sebaliknya, misalnya donasi untuk fisik masjid, tidak digunakan untuk anak yatim. Jadi jumlah dan arah penggunaan masing-masing donasi sudah jelas,” imbuh ASN di lingkup Pemkab Loteng ini.

Adapun yang berkaitan ekonomi, Masjid Leneng juga tengah mengembangkan peternakan yang dikelola secara mandiri oleh pengurus dan jemaah masjid. Hasilnya ada yang dialokasikan untuk mendukung operasional masjid, membantu kaum miskin serta membiayai kegiatan fisik di masjid. (kir)

Tiitle Ads