Akses Jalan Menuju TPA Kebon Kongok Perlu Dilebarkan

0
Kendaraan sampah setiap hari lalu lalang ke TPA Kebon Kongok. Warga mengharapkan status jalan diubah ke jalan provinsi, agar jalan semakin lebar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam berkendara. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan menuju TPA Kebon Kongok baik dari Banyumulek Kecamatan Kediri maupun dari Desa Mesanggok serta Desa Gapuk perlu dinaikkan statusnya menjadi jalan provinsi. Mengingat jalan ini menjadi akses vital untuk lokasi pembuangan sampah TPA Regional Kebon Kongok yang sudah menjadi kewenangan provinsi. Akses jalan di beberapa desa itu, perlu ditangani karena kondisi yang sempit dan banyak bagian badan jalan sudah rusak.

Warga setempat mengeluhkan kondisi jalan menuju TPA Kebon Kongok. Pasalnya, kondisi jalan sempit dan sejumlah ruas rusak. Akibat kondisi itu, warga yang melalui jalur itu harus berhati-hati, lebih-lebih ketika berpapasan. Apalagi warga menggunakan kendaraan roda empat, kalau berpapasan harus berhenti, menunggu kendaraan lain lewat, karena kendaraan tidak bisa berpapasan di jalan itu.

Setiap hari jalan itu dilalui kendaraan sampah. Pada jam-jam tertentu, kendaraan lalu lalang. Bahkan tidak jarang kendaraan mengangkut sampah tidak ditutup, sehingga sampah pun beterbangan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Lobar Made Arthadana mengatakan jalan menuju TPA Kebon Kongok berstatus jalan kabupaten. Namun untuk penanganan sudah ada komitmen dari Pemprov NTB dan Kota Mataram. Terutama untuk ruas jalan Banyumulek, sudah dilakukan perbaikan beberapa tahun lalu. “Jadi penanganan jalan-jalan ke TPA Kebon Kongok itu sudah ada komitmen dari Kota Mataram atas rekomendasi dari provinsi,” jelasnya, Jumat, 20 Mei 2022.

Komitmen itu, kata dia, karena jalur menuju TPA itu merupakan jalur untuk kendaraan sampah Kota Mataram. Terkait usulan agar jalan itu ditingkatkan menjadi jalan provinsi, Pihaknya tentu berupaya mengusulkan ke Pemprov NTB.

Sementara itu Kades Gapuk Nurdin mengatakan kondisi jalan sangat sempit, sehingga membahayakan warga ketika berpapasan. “Ditambah kendaraan sampah tiap hari lalu lalang,” ujarnya.

Jalan ini kata dia, harus dinaikkan statusnya agar penanganan bisa cepat direalisasikan oleh Pemprov NTB.  (her)

Tiitle Ads