1.620 Ekor Sapi Terjangkit PMK di Lotim

0
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim H. Masyhur bersama petugas lainnya melakukan penyemprotan kandang ternak sapi di Selong, Jumat, 20 Mei 2022. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Timur (Lotim) meluas. Berdasarkan input data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim,  per hari Jumat tanggal 20 Mei 2022, jumlah sapi yang terjangkit sebanyak 1.620 ekor.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnakeswan) Lotim, H. Masyhur saat diwawancara media di Selong, di sela penyemprotan kandang ternak kokeltif, kemarin.

Dijelaskan, dari ribuan ternak tersebut dinyatakan 60 persen di antaranya sudah sembuh, 22 ekor dipotong paksa.

H. Masyhur menegaskan, guna menekan kasus PMK pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan vaksin. Informasi dari Dirjen Peternakan beberapa waktu lalu vaksin ternak akan tiba di Indonesia sekitar bulan Juni mendatang. Kegiatan vaksinasi ternak setidaknya baru bisa dimulai pada bulan Agustus mendatang.

Sementara itu, kebutuhan vaksin sendiri ditaksir sekitar 18 juta untuk seluruh ternak di Indonesia. Khusus Lotim membutuhkan 157.787 vaksin sesuai dengan jumlah populasi ternak sapi.

Terkait obat untuk penanganan PMK ini diakui sejauh ini menjadi kendala. Meski demikian, informasi yang diperoleh setelah rapat koordinasi dengan Dirjen, obat untuk penanganan PMK ini segera akan didistribusikan ke daerah-daerah dalam dalam waktu dekat.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Disnakeswan juga sudah mulai melakukan penyemprotan kandang-kandang ternak milik warga guna meminimalisir penyebaran yang makin meluas. Seperti dilakukan kemarin di kandang kolektif Selong, satu kandang terdapat sekitar 60 ekor sapi yang dipelihara para peternak. Meski semuanya tidak terpapar PMK, tapi kandang ini tetap dilakukan penutupan sementara, sehingga tidak ada ternak keluar masuk kandang. (rus)