Sapi Terindikasi PMK, Distan Lobar Tutup Sementara Pasar Hewan

0
Kepala Distan Lobar H. L. Winengan bersama tim saat turun mengecek kondisi ternak yang terindikasi terjangkit PMK di wilayah Desa Batu Kute, Kecamatan Narmada. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menutup sementara pasar hewan yang ada ada di wilayah setempat. Menyusul temuan hasil pantauan lapangan di sejumlah kecamatan, pihak Distan Lobar menemukan puluhan ternak sapi terindikasi terjangkiti Penyakit mulut dan kuku (PMK). Surat pemberitahuan penutupan pasar hewan itu segera dikirim ke pengelola pasar.

Kepala Dinas Pertanian H. Lalu Winengan mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui di Dusun Gubuk Raden, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, terdapat 10 ternak sapi terindikasi PMK. Sedangkan di Dusun Penarukan Daye Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung terdapat 5 ekor sapi terindikasi. Terakhir terdapat 8 ekor sapi terindikasi PMK di Desa Batu Kute, Kecamatan Narmada. Namun gejala ini jelas dia, masih mulut berbusa. “Gejala ini ditemukan mulut berbusa dan bawaannya tidak ada nafsu makan. Indikasi ini sudah kami tangani dengan pemberian vitamin dan antibiotik,” jelas Winengan, Kamis, 19 Mei 2022.

Guna meminimalisir indikasi yang dimaksud, pihak Dinas Pertanian akan mengambil tindakan cepat melakukan vaksinasi dengan mengerahkan seluruh dokter hewan dan petugas Kesehatan Hewan (Keswan).”Kami akan segera memberikan penanganan dengan vaksinasi. Hal ini sebagai bentuk tindakan agar hewan ternak di Lobar tidak mewabah luas,” tegasnya.

Penanganan indikasi ini juga lanjut Winengan, pihaknya akan memberlakukan pemberhentian aktivitas pasar hewan untuk sementara hingga dalam waktu yang tidak ditentukan.

Selain itu, pihaknya akan mengecek dan mengawasi aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH).”Pasar hewan kita minta ditutup sementara, kami juga akan mengecek jagal. Jangan sampai nanti hewan yang sakit ikut dipotong. Dengan begitu bisa mencegah penularan, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar pada peternak,” paparnya.

Dengan kondisi ini, ia meminta kepada seluruh tani ternak agar tidak panik. Dan tetap tenang soal.”Kami dari pemerintah yang menangani peternakan khususnya hewan jenis sapi ini akan melakukan upaya. Bagi sapi yang sakit akan diberikan vitamin atau divaksinasi. Sedangkan bagi sapi yang mempunyai gejala akan dikasih antibiotik,” ujarnya.

Dalam penanganan pemberian antibiotik dan vitamin hewan ini, dipastikan tidak ada bayaran sama sekali.”Mulai hari ini, gerakan akan dilakukan untuk penyuntikan gratis, dengan mengerahkan seluruh petugas PPL petugas kesehatan hewan,” tegas dia. (her)