PMK Tidak Menular ke Manusia

0
Ilustrasi (SuaraNTB/ist)

DIREKTUR Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc., meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini menyerang beberapa daerah di NTB. Menurutnya, penyakit tersebut tidak menular kepada manusia. Baik melalui sentuhan atapun melalui daging yang dimakan.

“Penyakit ini hanya menular antarhewan saja. Tidak menular kepada manusia. Jadi tidak perlu panik,” ujar Nasrullah, saat meninjau kandang komplek ternak sapi di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng), bersama tim, Kamis, 19 Mei 2022.

Begitu pula ketika akan mengkonsumsi daging, juga tidak perlu khawatir. Masyarakat juga tidak perlu khawatir berlebihan kekurangan stok daging di pasar. Terutama menjelang hari raya Idul Adha mendatang. Pasalnya, penyebaran PMK tidak akan mengganggu stok hewan kurban.

“Ternak yang terjangkit PMK secara nasional kurang 1 persen dari  total populasi ternak yang ada. Jadi tidak perlu panik jelang Idul Adha mendatang, stok hewan kurban secara nasional masih aman,” terangnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan protokol penanganan ternak di daerah terjangkit PMK. Termasuk di dalamnya mengatur soal lalu lintas ternak antardaerah dan antarpulau. Protokol tersebut diperlukan supaya bisa mencegah penyebaran PMK. Namun aktivitas ekonomi berupa jual beli ternak masih tetap berjalan.

Supaya peternak tidak sampai merugi tidak bisa menjual ternaknya, karena khawatir terjangkit PMK. “Sudah diatur. Daerah-daerah yang masuk zona merah, untuk sementara ternaknya diisolasi dulu. Sementara yang zona kuning dan hijau, masih bisa mengirim ternak. Tapi disesuaikan dengan SOP yang ada,” imbuhnya. (kir)