Peserta Latsitarda Disambut Euforia Masyarakat, Swadaya Bangun Jalan Usaha Tani hingga TPA

0
Peserta Latsitarda turun bergotong royong. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 272 taruna, taruni serta praja peserta Latihan Integritas Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XLII Tahun 2022, telah memulai pengabdian sosial di Lombok Tengah (Loteng) sejak akhir pekan kemarin. Kehadiran para calon perwira TNI dan kepolisian serta Praja IPDN tersebut, pun disambut dengan euforia dan sukacita masyarakat tempat lokasi pengabdian.

Sambutan positif masyarakat tersebut mampu jadi penyemangat para peserta Latsitarda di lapangan. Sejumlah kegiatan fisik hingga non fisik mulai dilaksanakan. Dari membangun jalan usaha tani hingga membangun gedung TPA. Semua itu dilakukan secara swadaya dan gotong royong bersama masyarakat setempat, awal pekan kemarin.

Kegiatan dipusatkan di enam desa dan kelurahan. Yakni Desa Mertak Tombok dan Kelurahan Semayan Kecamatan Praya, Desa Kawo dan Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat, serta Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara yang kini wilayahnya dijadikan sebagai pusat Latsitarda.

Semua elemen juga turut terlibat di dalamnya serta terus bekerja di masing-masing desa tempat kegiatan berlangsung. Termasuk personel TNI Kodim 1620/Loteng yang menjadi unsur pembinaan kewilayahan. Dan, makin memperkuat tugas-tugas pemerintah, polri dan masyarakat dalam mensukseskan program peserta Latsitarda Nusantara.

“Adanya partisipasi aktif dari masyarakat yang mendukung Latsitarda melalui kegiatan kerja bakti secara swadaya dan gotong royong ini, tentunya sangat sejalan dengan kebijakan pemerintah,” sebut Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP., Kamis (19/5) kemarin.

Tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, keberadaan peserta Latsitarda juga diharapkan bisa memberikan positif secara psykologis. Khususnya bagi warga sekitar dan anak-anak muda di daerah ini. Karena bisa menjadi inspirasi untuk lebih semangat belajar dan berjuang, untuk bergabung menjadi anggota TNI-Polri maupun praja IPDN.

“Disamping membangun soliditas, memupuk dan memantapkan kemanunggalan antara TNI-Polri dengan rakyat. Menanamkan jiwa kejuangan, cinta tanah air, serta menumbuhkan semangat integrasi para taruna, sebagai wujud implementasi pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Dengan berada dan membaur di tengah masyarakat, para peserta Latsitarda bisa memperkenalkannya diri kepada masyarakat dan mengenal masyarakat itu sendiri yang kelak bakal diayomi, dijaga serta dibina. Imbal baliknya, kepada peserta Latsitarda masyaraat bisa mengenalkan potensi daerahnya untuk bisa dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Kegiatan Latsitarda memang tidak terbatas hanya kegiatan fisik saja. Tapi menyentuh hampir semua aspek di tengah masyarakat. para peserta Latsitarda bisa belajar dari masyarakat. Begitu pula sebaliknya masyarakat bisa mengambil banyak hal positif dari para peserta Latsitarda,” tandas Tangkas. (kir)

Tiitle Ads