Pasar Ternak Selagalas Ditutup Sementara

0
Pasar Ternak Selagalas mulai Kamis, 19 Mei 2022 ditutup sementara. Penutupan ini guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram akhirnya menutup sementara Pasar Ternak Selagalas. Langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Pengusaha disarankan membeli langsung sapi di kandang karena akan lebih murah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Dr. H. Mutawalli menjelaskan, pasar ternak Selagalas sebenarnya ingin ditutup pada Selasa, 17 Mei 2022. Namun, pihaknya berpikir dan tidak merasa enak sehingga perlu disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. Selama proses sosialisasi, juga dilakukan pengecekan kesehatan hewan ternak yang akan masuk ke pasar ternak.

H. Mutawalli. (Suara NTB/dok).

Dari hasil pemeriksaan ditemukan tujuh ekor sapi terkena PMK, sehingga diminta dipulangkan. “Kita tidak izinkan masuk ke pasar. Pemiliknya ngotot. Tetapi setelah dijelaskan mobil yang mengangkut sapi langsung pulang,” terang Mutawalli dikonfirmasi, Kamis, 19 Mei 2022.

Berdasarkan hasil temuan tersebut lanjutnya, diputuskan untuk menutup sementara pasar ternak Selagalas mulai kemarin. Mutawalli mengakui, penutupan pasar ternak tersebut menuai protes terutama pengusaha kambing. Mereka mengklaim bahwa penularan PMK hanya menyerang sapi bukan kambing.  Tetapi, tidak menutup kemungkinan kambing juga berpotensi terserang penyakit PMK jika tidak cepat diantisipasi.

Dikatakan Mutawalli, penutupan Pasar Ternak Selagalas sifatnya sementara. Pihaknya akan membuka kembali apabila pengendalian PMK berhasil. Sejauh ini, penyakit tersebut baru ditemukan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah. “Mudah-mudahan selama dua minggu ini bisa dikendalikan. Insya Allah, pasar ternak akan kita buka kembali,” jelasnya.

Meski tidak memiliki risiko penularan terhadap manusia, tetapi perlu dilakukan antisipasi. Dari 1.500 ekor ternak di Kota Mataram tidak ditemukan PMK. Pihaknya telah mengantisipasi dengan memberikan vaksin dan vitamin, agar tidak mudah terserang virus.

Mutawalli mengkhawatirkan, dampak penutupan pasar ternak masyarakat akan kesulitan mencari sapi dan kambing menjelang Hari Raya Idul Adha. Akan tetapi, ia menyarankan masyarakat mencari atau membeli langsung di kandang. Selain harganya lebih murah, juga mengecek secara langsung kondisi kesehatan hewan ternak yang akan dibeli. (cem)