NTB Diminta Libatkan Konsultan dalam Perencanaan Pembangunan

0
Peter Frans

Mataram (Suara NTB) – Konsultan memiliki peranan sangat penting dalam konsep pembangunan, karena itu, daerah mestinya melibatkan para konsultan dalam setiap perencanaan pembangunannya. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), H. Peter Frans saat mengikuti pembukaan Musprov ke-X DPP Inkindo NTB, Kamis, 19 Mei 2022.

Peter Frans, putra asli NTB ini mengatakan, pemerintah daerah di NTB, dari tingkat provinsi, maupun di kabupaten/kota dalam setiap perencanaan pembangunannya agar melibatkan konsultan. Yang dimaksudkan adalah, pelibatan konsultan bisa dilakukan pra Musrenbang (Musyawaran Perencanaan Pembangunan).

”Jangan hanya nerima jadi di ujung. Konsultan harus hadir dalam konsep awal perencanaan pembangunan,” ujarnya. Ia mencontohkan seperti yang dilakukan pemerintah dalam konsep pembangunan Ibu Kota Nasional (IKN) di Kalimantan. Dari awal, pemerintah melibatkan para konsultan. Sehingga konsep pembangunannya sudah tertata dengan baik. “Tanpa konsultan, pembangunan tidak bisa dilakukan. peran konsultan ini sangat vital. Sehingga penting dilibatkan sejak awal,” imbuhnya.

Peter menjelaskan lagi pentingnya bagi Pemda untuk melibatkan konsultan sejak awal pembangunan, sehingga pembangunan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan daerah. “Tidak ada negara hebat tanpa konsultan yang hebat. Di negara maju konsultannya hebat. Jadi Pemerintah dan konsultan harus harmonis,” lanjut Peter.

Ia menambahkan, dalam kesempatannya berkunjung ke Lombok, ia berwisata ke Sembalun, Lombok Timur. Menurut Peter, jika dikonsep bersama –sama dengan konsultan, Sembalun yang kaya dengan potensi sumber daya alamnya ini bisa menjadi daya tarik yang sangat besar bagi daerah ini.

“Di Sembalun itu, bisa buatkan sumber air panasnya dibawah. Sehingga ia memiliki daya tarik yang besar bagi wisata. Dan itu bisa dikonsep oleh konsultan. Karena itu, antara pemerintah daerah dengan konsultan memang harus harmonis dalam perencanaan pembangunan,” demikian Peter Frans.(bul)