Ruas Jalan di Kota Gerung Rusak Parah

0
Foto jalan rusak di desa Gapuk kecamatan Gerung yang berada di jantung ibu kota kabupaten

Giri Menang (Suara NTB) – Ruas jalan Kabupaten sepanjang kurang dari satu kilometer di Desa Gapuk kecamatan Gerung, rusak parah. Ruas jalan ini sangat kontras dengan jalan-jalan di ibu kota kabupaten, padahal desa ini berada di jantung ibu kota.

Warga setempat mendesak Pemkab segera memperbaiki jalan tersebut. Warga merasa dianaktirikan, karena dibanding desa tetangga justru jalannya dibangun mentereng.

Pantauan Suara NTB, Rabu, 18 Mei 2022, ruas jalan itu persis berada di depan SDN 1 Gapuk dan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Polindes. Jalan ini satu-satunya akses warga menuju pasar, sekolah dan Pustu. Tiap hari jalan ini pun ramai dilalui. Namun untuk melewati jalan itu, warga harus ekstra hati-hati karena terdapat lubang di mana-mana. Lebih-lebih ketika hujan, jalan licin dan berbatu bekas timbunan.

Persis di pinggir jalan itu ada SD 1 Gapuk. Setiap hari guru dan murid di sekolah itu melalui jalan tersebut. Orang tua murid yang mengantar anaknya pun ekstra hati-hati. Anak-anak yang menggunakan sepeda pun terkadang tergelincir jatuh.

Jalan itu juga menghubungkan dengan Pustu dan Polindes. Warga yang mau berobat dan melahirkan ke Pustu tersebut harus melewati jalan rusak tersebut. Tak jarang warga khawatir, warga akan keguguran dan melahirkan di jalan karena melewati jalur tersebut.”Warga kami setiap hari melewati jalan ini, baik yang mau bertobat, melahirkan dan anak-anak ke sekolah. Miris jalan kami ini rusak, padahal berada di jantung kota. Di banding jalan di desa-desa lain dibangun sampai ke perkampungan,” kata Nurdin , Kades Gapuk.

Ruas jalan ini kata dia, tidak panjang. Hanya kurang satu kilometer. Hampir tiap tahun pihak desa mengusulkan ke Pemda di setiap kali Musrenbang desa, kecamatan. “Kami usulkan sejak 2019, tapi tidak tembus,” jelasnya.

Bahkan pihaknya sudah komunikasi langsung dengan bupati, Wabup dan Sekda. Ia menyampaikan bahwa Musrenbang sekadar Musrenbang namun persoalan hasil tidak ada pelaksanaan, karena usulan prioritas dan peringkat pertama justru tidak direalisasikan. Justru ditudingnya, pendekatan lebih pada unsur politis.

Ia menyebut, jalan ini dilalui dua dusun menghubungkan ke desa Kebon Ayu. Jalan ini vital karena akses untuk ke Pustu dan Polindes. “Ketika emergency, dilarikan ke Pustu lewat jalan ini, justru akan berbahaya bagi warga kami,” jelasnya. Pihak desa, katanya siap untuk menata akses jalan itu supaya terlihat sebagai kota desa. Justru lanjut dia, pihak Pemda melakukan pembangunan yang terkesan menganaktirikan dengan desa lain.

Sementara itu, Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana mengatakan ruas jalan di Gapuk menjadi prioritas Pemkab untuk ditangani sesuai perintah Bupati. Hanya saja, personalan klasik yakni belum ada anggaran. “Masalahnya klasik lagi, kalau perencanaan sudah ada. Kita perjuangkan lewat DAK tapi belum terealisasi,” kata Made.

Yang terealisasi baru ruas lain, sehingga tidak cukup untuk penanganan jalan tersebut. Sedangkan berharap dari DAU, tidak ada anggaran. Padahal dasar penanganan jalan itu memang sangat urgen mengingat itu ada rencana untuk menjadi jalan provinsi. Selain itu, dari sisi keberadaan fasilitas pelayanan publik seperi Pustu dan Polindes. (her)

Tiitle Ads