Miris, Sekolah Penggerak di Lotim Nyaris Ambruk

0
Kepala SDN 4 Danger, Ahyar memperlihatkan tiang penopang di dalam ruangan sekolahnya untuk membantu menahan sementara atap yang nyaris ambruk. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Miris, kondisi SDN 4 Danger Kecamatan Masbagik. Salah satu sekolah penggerak yang terbangun sejak 1982 itu kini sudah mulai rapuh. Gedung sekolah ini nyaris ambruk. Setiap diguyur hujan, sekolah seluas 17,38 are ini selalu bocor dan kebanjiran.

Kepala SDN 4 Danger, Ahyar saat diwawancara mengatakan sudah mengajukan usulan berulang kali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim. Akan tetapi sampai sekarang tidak ada respons. Tidak saja langsung ke Dikbud, lewat jalur pimpinan dewan juga sudah dilakukan. Bangunan SDN 4 Danger ini dekat dengan rumah Wakil Ketua DPRD Lotim, Badran Achsyid dan Ketua MUI Lotim, TGH. Ishaq Abdul Gani.

Beberapa kali anggota dewan dan kepala Dinas Dikbud datang mengecek tapi belum juga ada solusi untuk perbaikan. Ruangan yang nyaris ambruk ini untuk sementara dipasang tiang penopang. Untuk sementara, ruangan ini tidak digunakan untuk kegiatan Ujian Sekolah (US) yang sedang berlangsung.

Kepala SDN 4 Danger yang sudah 10 tahun mejabat itu mengakui tampilan luar sekolahnya cukup mentereng. Akan tetapi ketika dilihat kondisi bangunan di dalamnya justru mengalami kerusakan cukup parah. Pihak sekolah pun memindahkan siswa belajar di lorong-lorong kelas dan sempat menggunakan parkiran. Karena kerap banjir, siswa yang diparkiran dikembalikan ke kelas sore.

Jumlah siswa yang sekolah di SDN 4 Danger ini disebut paling banyak se Kabupaten Lotim. Yakni mencapai 501 orang. Jumlah rombongan belajar 18 dengan jumlah kelas hanya 9. Kondisi ini membuat pihak sekolah ini terpaksa menggelar belajar pada pagi dan siang.

Kelas pagi dan siang hari sudah berlangsung cukup lama. Bahkan kabarnya sejak sekolah ini berdiri sudah diberlakukan kelas pagi dan sore. Dalam kurikulum, diakui tidak mengatur adanya kelas siang. Namun karena kondisi terpaksa, sehingga waktu belajar yang tidak efektif bagi murid sekolah dasar tetap dilaksanakan.

Sebagai sekolah penggerak, SDN 4 Danger ini diakui menjadi salah satu sekolah berprestasi di Lotim. Acap kali, siswanya mewakili Lotim dalam berbagai ajang perlombaan. Karena sudah mendapat predikat sebagai sekolah penggerak, diakui Ahyar ada dana Rp 80 juta selain dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Akan tetapi dana tersebut tidak bisa digunakan untuk memperbaiki gedung.

Selain itu, BOS yang diterima SDN 4 Danger ini diakui juga cukup besar karena mengingat jumlah muridnya yang cukup banyak. Pun dana tersebut tidak bisa digunakan untuk memperbaiki bangunan yang rusak. Sempat diusulkan dana BOS untuk memperbaiki atap sekolah yang nyaris ambruk tersebut. Akan tetapi alasan Dinas Dikbud, BOS tidak diperuntukkan untuk membangun gedung.

Ditambahkan, mengingat jumlah siswa yang cukup besar, SDN 4 Danger ini pun sejatinya memiliki jumlah guru yang ideal.  Saat ini jumlah guru negeri 14 dan honorer 10 orang. Ahyar menghitung jumlah guru itu masih kurang 10 orang. “Kita kekurangan guru dan guru agama, aturannya kan masing-masing tiga orang,” sebutnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kecamatan Masbagik, Turmuzi Azkar mengakui, dari 44 unit sekolah negeri di wilayah kecamatan Masbagik, SDN 4 Danger yang berada di di pinggir jalan protokol yang paling parah tingkat kerusakannya.

Sekolah penggerak ini memang sudah lama diusulkan perbaikannya, namun karena keterbatasan anggaran dana belum sampai ke SDN 4 Danger. Sekolah yang paling banyak muridnya se Masbagik bahkan se Kabupaten Lotim ini diusulkan pecah agar muridnya tidak ada yang masuk sore.

Sarannya, perbaikan SDN 4 Danger ini dilakukan total. Pasalnya, kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Pembangunan gedung sekolah ini katanya harus bertingkat karena melihat halamannya sempit. (rus)

Tiitle Ads