95.000 Ekor Ternak di KLU Menunggu Divaksin

0
Tresnahadi (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU), tengah menunggu jatah vaksin dari Kementerian Pertanian. Setidaknya, populasi ternak hewan besar (sapi) yang menunggu divaksin diperkirakan lebih dari 95.000 ekor.

Diakui Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, S.Pt., Rabu, 18 Mei 2022, vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak diperlukan oleh pemilik ternak di Lombok Utara. Pasalnya, jenis penyakit ini cepat menular pada ternak ruminansia.

“Populasi sapi yang ada di KLU sekitar 95.000 ekor. Kita sedang menunggu vaksin yang dibuat oleh pemerintah pusat,” ungkap Tresnahadi.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada indikasi ternak di petani terjangkit PMK. Dinas juga telah menginstruksikan kepada UPTD, PPL dan jajaran untuk mendeteksi kemungkinan adanya PMK di ternak petani.

Meski PMK cepat menular, namun penyakit jenis ini dapat diobati. Pada kasus PMK, dampak dominan pada ternak menyebabkan nafsu makan berkurang dan bibit badan menurun.

“Saya mengimbau kepada peternak kita, jangan panik. PMK memang cepat menular, tapi tingkat kematian pada ternak sangat rendah. Hanya penurunan berat badan, bisa sampai 15 persen,” ucapnya.

Terkait target vaksin pada ternak sapi, Tresnahadi belum bisa menyebut angka. Sebab sedikit banyaknya vaksin sangat bergantung pada kuota yang diberikan pusat.

Namun demikian, mantan Kadis Dukcapil KLU ini mengisyaratkan akan membagi secara proporsional. Vaksin akan disebar di 5 kecamatan yang ada. “Vaksin akan kita bagi secara proporsional di semua kecamatan. Misalnya, populasi sapinya banyak maka vaksin tentu lebih banyak.  Untuk petugas medis, paramedis, akan kita kerahkan untuk mempercepat proses vaksin. Kita lihat dulu berapa jatah vaksinnya,” demikian Tresnahadi. (ari)

Tiitle Ads