Serangan PMK Meluas di Loteng, Stok Obat Kosong

0
Kondisi Pasar Hewan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah. Sejak pekan kemarin hingga 4 Juni mendatang, seluruh pasar hewan di Loteng ditutup sementara waktu, pasca merebaknya penyakit PMK pada ternak di daerah ini. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kasus serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kian meluas. Di satu sisi, ketersedian obat-obatan bagi ternak yang terjangkit justru sudah mulai kosong. Mengatasi persoalan tersebut Dinas Pertanian Loteng sudah mengajukan pemohonan bantuan obat-obatan ke Pemerintah Pusat.

‘’Untuk ketersedian obat, saat ini dalam kondisi kosong. Jadi kita masih menunggu bantuan obat-obatan dari pemerintah pusat,’’ ungkap Kepala Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN., kepada Suara NTB, Selasa, 17 Mei 2022.

Pun demikian, pengobatan terhadap ternak yang sakit tetap dilakukan. Dimana untuk obat-obatannya disiapkan oleh pemilik ternak. Pihaknya menyiapkan petugas dan layanan pengobatan gratis. “Kita sebenarnya juga cukup berat kalau membebankan kepada masyarakat untuk penyiapan obat bagi ternak yang sakit. Tapi mau bagaimana lagi kondisi obat kita sekarang masih kosong,’’ katanya.

Tapi nanti kalau kiriman bantuan obat-obatan dari Pemerintah Pusat sudah datang, masyarakat tidak perlu menyiapkan sendiri obat-obatnnya.

Guna menekan penyebaran penyakit PMK tersebut, pihaknya secara masif melakukan tiga langkah penanganan. Mulai dari isolasi kandang, jadi ternak yang terjangkit PMK atau yang masih sehat tidak diperkenankan untuk dibawa keluar kandang. Apalagi sampai dikirim ke luar Loteng.

Kemudian desinfektan kandang serta pengobatan terhadap ternak yang terjangkit. ‘’Kalau diawal-awal kemarin kita masih agak longgar. Tapi kalau sekarang, dengan kian meluasnya serangan PMK tiga upaya ini lebih ketat dan masif kita lakukan,’’ tandasnya.

Menteri Pertanian juga akan segera mengeluarkan protokol penanganan ternak yang terjangkit PMK. Dengan protokol tersebut peternak nantinya masih memungkinkan untuk menjual atau mengirim ternaknya jelang Hari Raya Idul Adha mendatang. Sehingga peternak tidak sampai merugi, lantaran tidak bisa menjual ternaknya karena wabah PMK yang menyerang ternak di daerah ini.

Disinggung penutupan pasar hewan di Loteng, Arman menegaskan sampai saat ini masih diberlakukan hingga tanggal 4 Juni mendatang. Langkah tersebut juga merupakan salah satu upaya dari pihaknya untuk mencegah penyebaran penyakit PMK tersebut.

“Untuk jumlah ternak yang terjangkit sampai tanggal 16 Mei kemarin, tercatat sebanyak 373 ekor,” sebutnya. Meski ada kenaikan jumlah ternak terjangkit yang sebelumnya hanya sekitar 150 ekor, tapi tingkat kesembuhan juga cukup tinggi. Mencapai 168 ekor dengan nol kasus kematian. (kir)

Tiitle Ads