‘’Clean Up Day’’ dan Promosi Wisata Bawah Laut, Pemdes Samba Libatkan Puluhan Penyelam

0
Para penyelam lintas kabupaten dilibatkan Pemdes Samba Kecamatan Gangga untuk promosi potensi wisata desa bawah laut. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Desa (Pemdes) Samik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, melibatkan puluhan penyelam dari 4 kabupaten untuk mempromosikan wisata bawah laut di desa itu. Penyelam juga melakukan pembersihan (clean up) sebagai rangkaian HUT Desa Samba ke 22.

Kepala Desa (Kades) Samba, Sajudin, kepada wartawan mengatakan, penyelam didatangkan dari 4 kabupaten yaitu Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Pemdes mengambil inisiatif mengundang para penyelam untuk menyaksikan keindahan bawah laut di sepanjang pesisir Desa Samba.

“Kita ingin perkenalkan pada orang-orang, bahwa desa kita memiliki potensi wisata bawah air, bukan hanya di daerah barat KLU saja,” kata Sajudin.

Kades melepas para penyelam di titik penyelaman Pantai Luk. Kades meyakini wisata bawah laut memiliki prospek bagi keberlangsungan wisata masa depan.

Ia tak menyangkal, destinasi wisata bawah laut identik dengan tiga Gili, Kecamatan Pemenang. Sementara bawah laut di kecamatan lain masih kurang populer, karena tidak begitu banyak dipromosikan.

Demikian pula di tingkat pemerintahan desa, perkenalan wisata bawah laut belum banyak disentuh oleh para kepala desa. Sajudin lantas mengambil inisiatif promosi, agar ke depannya aktivitas wisata bawah laut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Dari dulu belum pernah (kepala desa promosi). Setelah diskusi, kita putuskan untuk mulai mencoba. Ini (menyelam) punya berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Desa (PADes),” papar Sajudin.

Selain clean up day bawah laut, Pemdes juga mengajak masyarakat di desanya untuk berpartisipasi membersihkan sampah di sepanjang pantai di desa itu. Mulai dari Pantai Luk, ke timur hingga Pantai Jugil.

Sementara, dari pengalaman para penyelam usai 1 jam lebih menyelam di kedalaman 300 meter, ditemukan sejumlah hewan laut yang unik. Koordinator Penyelam, Suhaemi, mencontohkan menemukan kelinci laut dan berbagai jenis ikan, termasuk Nemo. “Visibilitas dalam air mencapai 15 meter lebih, artinya tingkat kejernihan air cukup jernih,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Suhaemi dan tim penyelam juga menemukan dua mata air tawar di bawah laut, dengan kedalaman 7 hingga 15 meter. “Sampah juga sedikit. Kami juga tidak menemukan sampah plastik di sini, justru kami menemukan dua titik mata air tawar,” demikian Suhaemi. (ari)

Tiitle Ads