Cegah PMK Ternak, KLU Buka Pasar Skala Lokal

0
Beberapa warga menaikkan ternak sapinya untuk dibawa ke pasar. KLU hanya akan membatasi ternak dan saudagar warga lokal di pasar ternak.(Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemkab Lombok Utara (KLU) menerapkan kebijakan pasar ternak berskala lokal. Hal ini sering ditemukannya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Kepala Dinas KP3 KLU, Tresnahadi, S.Pt., kepada Suara NTB, Senin, 16 Mei 2022, mengungkapkan pihaknya telah menurunkan tim kesehatan hewan di internal dinas yang bertugas mengecek kendaraan pembawa ternak di pintu masuk menuju Lombok Utara. Pengecekan dilakukan pada Minggu kemarin, berkenaan dengan hari pasar hewan.

“Tim Kesehatan masih dari internal dulu, satu tim antara 7 sampai 8 orang. Kita turunkan UPTD, Penyuluh, Bidang Peternakan sembari kita evaluasi. Misalnya ada halangan, saudagar atau petani yang menolak ternaknya diperiksa, baru kita libatkan instansi lain,” ungkap Tresnahadi.

Ia menjelaskan, pemeriksaan ternak pada hari pasaran di lakukan di 3 titik, yakni Lokaq Putek – Bayan, (batas KLU – Lotim), Setangi (arah Senggigi, batas KLU – Lobar, dan di jalur Pusuk (batas KLU – Lobar).

Selain itu, pencegahan penyakit PMK Ternak juga dilakukan dengan menurunkan tim pada Minggu sore di pasar Tanjung. Dari pemeriksaan di 4 titik itu, tidak ditemukan adanya PMK, baik ternak luar yang masuk ke KLU ataupun ternak di wilayah KLU sendiri.

Namun demikian tegas Tresnahadi, pihaknya tidak bisa membuka ruang terlalu lebar dalam upaya mencegah penularan penyakit PMK Ternak. Oleh karenanya, pihaknya mengambil kebijakan dengan menutup akses pasar hewan bagi ternak luar atau saudagar luar KLU.

“Sampai pasaran Minggu ini masih boleh. Tetapi hari pasaran Rabu besok, ternak luar atau saudagar luar, tidak boleh masuk.” Katanya. Hari pasaran hewan di Tanjung tetap dibuka setiap Minggu dan Rabu, tetapi khusus bagi ternak dan saudagar lokal KLU saja.

Pembatasan akses pasar itu, jelas Tresnahadi, terpaksa dilakukan sebagai upaya mencegah penularan. Pasalnya penyakit PMK pada ternak diketahui cepat menular. “Sembari kita menunggu vaksin, dan arahan dari pemerintah pusat. Kita belum tahu pembatasan pasar lokal dari ternak luar ini akan sampai kapan,” tandasnya. (ari)