Banyak Investor Tertarik Investasi Energi Terbarukan di NTB

0
Muhammad Rum. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Potensi sumber daya alam di Provinsi NTB membuat banyak investor kepincut. Terutama di sektor energi baru terbarukan. Salah satu investor tersebut berasal dari Korea Selatan. “Kemarin ada pertemuan dengan investor asal Korea. Mereka akan membuat PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Sedang dicoba karena izin investasi pembanguna PLTS harus ada PPA (Power Purchase Agreement),” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Muhammad Rum, Selasa, 17 Mei 2022.

Hanya saja karena sektor untuk berinvestasi yang dilirik oleh investor asal Korea ini terkait green energy atau energy hijau. Maka proses yang dibutuhkan relatif lebih lama dan panjang. Karena di NTB sektor tambang seperti batu bara dan smelter sudah lebih dulu dilakukan. Tentunya dengan perencanaan yang matang sehingga bisa berlanjut investasi tersebut sampai dengan sekarang. “Untuk itu perlu perencanaan yang matang agar investasi sektor energi yang ramah lingkungan ini bisa terealisasikan,” katanya.

PPA sendiri merupakan perjanjian jual beli tenaga listrik, di mana kontrak antara Pemerintah dan Perusahaan utilitas swasta. Perusahaan swasta tersebut setuju untuk sumber listrik lainnya, untuk instansi pemerintah dalam jangka waktu yang lama. Melihat kondisi tersebut, sedang diupayakan apakah pembangunan PLTS bisa dilakukan di Kawasan Mandalika. Agar energi di kawasan tersebut tidak perlu bergantung lagi dari PLN.

“Kendalanya mereka belum punya PPA dengan PLN. Siapa yang mau beli dayanya dalam jumlah besar kalau bukan PLN. Sehingga kita arahkan  investasinya ke Mandalika karena kawasan yang sudah lebih dulu menggunakan banyak energi,” terangnya. Rum menambahkan, PPA adalah kepastian bagi investor untuk jual beli daya yang dihasilkan pembangkit. Nampaknya, tidak mudah bagi investor untuk jual beli daya ke PLN. Hal inilah yang menjadi kendala investor-investor di bidang energi baru terbarukan ini tidak mulus berinvestasi di NTB.

“Kita usulkan skenarionya, mereka bangun hotel investasi di Mandalika, kebutuhan listriknya disuplai sendiri oleh mereka. Bahkan bisa membuat pembangkit listrik yang bisa menyuplai langsung seluruh kebutuhan daya di Mandalika. Cuma belum bisa diatur waktunya ketemu dengan pihak ITDC (pengelola Mandalika),” jelas kepala dinas.

Sementara terkait Investasi lain yang direncanakan pada tahun 2022. Yakni pembangunan hotel atau resort yang dilakukan oleh investor asal Polandia. Hal ini sebagai bagian dari pengaruh adanya sirkuit Mandalika Lombok Tengah yang beberapa waktu menggelar event dunia. Dimana hal tersebut sebagai pemicu menarik investor-investor baru untuk masuk berinvestasi.

“Karena NTB punya pemicu baru dimana 1-2 tahun ini Mandalika punya gelaran internasional seperti MotoGP dan juga MXGP sebagai daya tarik untuk menarik investor masuk ke NTB,” ungkapnya. Disisi lain, Pemprov NTB menargetkan realisasi investasi sebesar 15,3 triliun pada 2022, agar dapat terealisasi pihak mempercepat realisasi pembangunan di sektor yang sudah lebih dulu mendapat perizinan. Pasalnya hingga triwulan I 2022 ini belum ada berapa capaian realisasi investasi NTB. “Sebab nilai realisasi yang terhitung adalah biaya kontruksinya, itu kita dorong percepatannya,” ujarnya. (bul)