Pemda Berharap Upaya Gubernur Bisa Dongkrak Harga Jagung

0
Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, didampingi Sekda Dompu, dan Kabag Ekonomi Setda Dompu saat sidak ke PT Seger, Sabtu, 14 Mei 2022.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu berharap upaya Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah agar izin ekspor dari Menteri Perdagangan RI bisa segera didapat sebagai solusi sementara atasi harga jagung. Harga jagung yang sempat berada di harga Rp5.150 per kg untuk jagung kering gudang, kini di tingkat petani Rp3.800 per kg.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Dompu, Soekarno, MT kepada Suara NTB, Senin, 16 Mei 2022 kemarin mengungkapkan, keluhan para petani soal harga jagung yang terus turun telah disikapi pemerintah dengan mendalami penyebab dan koordinasi dengan pemerintah atasan. Pihaknya bersama Wakil Bupati Dompu, H Syahrul Parsan, ST, MT dan Sekda Dompu, Gatot Gunawan PP, SKM, MMKes melakukan sidak ke gudang PT Seger di kecamatan Manggelewa, Sabtu, 14 Mei 2022.

“Pengakuan pihak PT Seger, gudang mereka sudah penuh. Karena memang mereka ini bukan perusahaan yang memproduksi pakan ternak, sehingga mereka harus jual lagi. Sementara permintaan perusahaan pakan turun dan berdampak pada menumpuknya jagung di gudang. Ketika simpan di luar, penyusutannya tinggi. Itu sebabnya mereka mengurangi pembelian dengan menurunkan harga pembelian,” ungkap Soekarno.

Gubernur NTB, kata Seokarno, sudah bertemu dengan pimpinan PT Seger dan tengah mengupayakan agar dibukanya kran eksport untuk jagung NTB. Karena pasar dalam negeri tidak mampu menampung jagung yang ada. “Ketika keran ekspor terbuka, kita berharap akan menstabilkan harga jagung di tingkat petani,” kata Soekarno.

Masalah lain dari distribusi jagung Dompu, kata Soekarno, soal kapasitas pelabuhan. Pelabuhan Calabai yang memiliki kapasitas besar, tapi biaya distribusinya Rp139 per kg. ke pelabuhan Bima sebesar Rp90 per kg dan ke pelabuhan Soro Kempo biayanya Rp45 per kg.

“Tapi masalahnya untuk pelabuhan Kempo ini soal kapasitasnya. Kemampuan bongkar muat di pelabuhan Kempo maksimal 500 ton per hari karena masih menggunakan sistem manual. Ini juga yang sedang dipikirkan solusi jangka pendek sebelum pelabuhan Kilo terwujud,” jelas Soekarno. (ula)